Pecandu Narkoba di Pasuruan Terpaksa Harus Dilempar ke Luar Daerah
Performa gedung UGD dan rawat jalan di RSUD Bangil--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bagi para pecandu narkotika, siap-siap anda harus dilempar ke luar daerah. Pasalnya penanganan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten PASURUAN terbentur kendala klasik. Hingga saat ini, wilayah tersebut belum memiliki fasilitas rumah rehabilitasi rawat inap mandiri.
Akibatnya, warga lokal yang membutuhkan perawatan intensif dan isolasi total terpaksa harus menempuh perjalanan jauh ke kota-kota tetangga kalau ingin mendapatkan pemulihan.
BACA JUGA:Jarah Honda Beat, Satreskrim Polres Bangkalan Bekuk Alap-alap Motor Pecandu Judol

Mini Kidi Wipes.--
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan, Masduki mengonfirmasi, keterbatasan infrastruktur gedung membuat pihaknya tidak punya pilihan lain selain melimpahkan pasien rawat inap ke luar daerah yang fasilitasnya lebih siap.
“Kalau rehab (rawat inap), ya kita selalu lempar ke Surabaya, Sidoarjo, dan juga Malang,” ungkap Masduki saat dikonfirmasi, Kamis 28 Mei 2026.
BACA JUGA:BNNK Surabaya Over Prestasi, Angka Rehabilitasi Pecandu Narkoba Melonjak Drastis
Minimnya infrastruktur pendukung di dalam daerah membuat layanan bagi penyalahguna narkoba di Pasuruan sangat terbatas.
Saat ini, penanganan medis yang tersedia masih bersifat konsultasi dan prosedur medis dasar, serta belum mampu menampung pasien untuk tinggal di dalam pusat rehabilitasi.
Masduki menambahkan, layanan rehabilitasi lokal saat ini hanya tersedia di dua titik fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh pemerintah.
BACA JUGA:Pulihkan Masa Depan, BNNP Jatim Jemput Pecandu Narkoba Lewat Layanan Rehabilitasi Inovatif
“Kalau di Pasuruan sendiri ini cuma rawat jalan. Itu ada di RS Masyithoh dan RSUD Bangil,” jelasnya.
Meskipun tenaga medis di kedua rumah sakit tersebut telah disiagakan, fungsi layanan belum mencakup program detoksifikasi mendalam maupun rehabilitasi sosial terpadu dalam satu atap.
Namun di tengah keterbatasan fasilitas fisik, angin segar berembus dari sisi psikologis masyarakat. BNNK Pasuruan mencatat adanya tren positif terkait kesadaran warga untuk lepas dari jeratan narkoba.
Sumber:







