Geger! Hujan Butiran Es Timpa Warga Kecamatan Kraton
Butiran es yang jatuh di dari Langit Desa Tambakrejo Kraton.--
BACA JUGA:Antisipasi Musim Hujan, Polsek Rungkut Intensifkan Pengecekan Rumah Pompa Pandugo
Ketua Tim Layanan Data dan Informasi BMKG Tretes, Suwarto mengonfirmasi. fenomena tersebut dipicu oleh aktivitas awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat ekstrem.
"Awan ini memiliki suhu puncak yang sangat dingin, bisa mencapai −77,5 ⁰C. Di dalam awan tersebut, tetesan air membeku menjadi kristal es," urai Suwarto, pada Minggu 1 Februari 2026.
Arus udara kuat yang bergerak naik-turun di dalam awan (updraft dan downdraft) membuat kristal es terombang-ambing hingga ukurannya membesar dan jatuh ke bumi karena beratnya.
BACA JUGA:Hujan Lebat Mengintai, Operasi Modifikasi Cuaca Dilanjutkan
Empat pemicu utama hujan es diantaranya awan cumulonimbus, hingga menyebabkan suhu puncak awan yang mencapai titik beku ekstrem.
Arus udara kuat mendorong butiran es tumbuh lebih besar sebelum jatuh. Atmosfer labil yang menyebab antara permukaan bumi dan langit.
Serta panas terik dari pagi hingga siang memicu penguapan tinggi sebagai bahan bakar awan.
BACA JUGA:Dua Rumah Warga Prigen Rusak Diterjang Longsor Akibat Hujan Ekstrem
Meski sulit diprediksi secara presisi, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan es masih tetap ada selama musim hujan dan masa pancaroba.
Masyarakat diminta waspada jika melihat kondisi cuaca yang sangat terik di pagi hari, lalu mendadak muncul awan gelap (mendung) yang menjulang tinggi di sore hari.
"Hujan es biasanya berlangsung singkat, sekitar 5 hingga 10 menit. Namun sering disertai kilat dan angin kencang. Tetaplah waspada dan cari tempat berlindung yang aman," pungkas Suwarto. (kd/mh)
Sumber:
