Pengurus Baru IWbA Jatim Ditarget Cetak Atlet Level Dunia
Pelantikan Pengprov IWbA Jatim yang dihadiri Ketua KONI Jatim dan Dispora Jatim.-Endradi Prayogo-
Apalagi dengan adanya dukungan penuh dari PB IWbA serta kolaborasi dengan berbagai pihak yang dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan prestasi.
“Yang terpenting adalah evaluasi berkelanjutan dan memperbanyak event. Idealnya minimal empat kali kejuaraan dalam setahun di Jawa Timur. Kalau event sedikit, sulit mengukur prestasi dan regenerasi atlet,” tegas Nabil.
BACA JUGA:KONI Jatim Target PBPI segera Bersiap di PON 2028
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembentukan kepengurusan di daerah yang masih kosong.
Saat ini, masih terdapat 11 kabupaten/kota di Jatim yang belum memiliki kepengurusan IWbA. “Olahraga itu harus didesain. Mulai dari target individu, desain prestasi, sampai desain menjadi juara, baik untuk Jawa Timur maupun Indonesia,” tambahnya.
IWbA Jatim Siap Perkuat Kolaborasi
Ketua Pengprov IWbA Jatim Ali Kuncoro, menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menegaskan bahwa potensi atlet Jatim harus dibuktikan melalui program kerja yang terukur.
“Ini amanah besar. Tidak ada kata lain selain bekerja lebih baik dan membuktikan harapan yang sudah disampaikan,” ujar Ali.
Ali menyebut pihaknya akan bersinergi dengan PB IWbA, KONI Jatim, Dispora, serta menggandeng perguruan tinggi untuk penguatan sport science.
BACA JUGA:KONI Jatim Siapkan Langkah Khusus Tangani Kesehatan Atlet dan Pelatih Puslatda PON 2028
Dari sisi kompetisi, Pengprov IWbA Jatim menargetkan minimal dua hingga tiga kejuaraan provinsi pada tahun ini sebagai tahap awal.
Selain pembinaan atlet, Pengprov juga fokus pada peningkatan kualitas pelatih, wasit, serta penyelenggaraan event agar woodball tidak hanya “jago kandang”, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Dalam waktu dekat, Pengprov IWbA Jatim juga akan mempercepat konsolidasi pembentukan kepengurusan di 11 daerah yang belum terbentuk, termasuk Tulungagung.
“Publikasi harus kuat, event harus sering digelar, dan kepengurusan harus solid hingga kabupaten/kota. Dengan itu, woodball akan semakin dikenal dan diminati masyarakat,” pungkas Ali. (epe)
Sumber:
