iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Targetkan Indonesia Mandiri Energi

Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Targetkan Indonesia Mandiri Energi

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali.--

Presiden juga memasang target agar Indonesia dapat menghentikan ketergantungan terhadap impor LPG.

Di sela pidatonya, Prabowo bahkan secara langsung menanyakan kesiapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mewujudkan target tersebut.

"Kita tidak boleh impor lagi. Insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi. Menteri ESDM? Sanggup?" kata Prabowo.

BACA JUGA:Pemerintah Siap Ganti 13 GW Pembangkit Diesel dengan 30 GW PLTS Tahun Ini

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih.

Ia meminta para menteri tetap memiliki semangat dan keberanian dalam mengejar target-target besar pemerintah, khususnya di sektor energi.

"Ya terima kasih Menteri-menteri Kabinet Merah Putih demikian. Semangat! Semangat dan berani," ujarnya.

Peluncuran PLTS 100 GWp disebut Prabowo sebagai momentum penting bagi perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi.

Ia optimistis target kapasitas tersebut bahkan dapat dicapai lebih cepat dari waktu yang direncanakan.

"Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Terima kasih. Semua unsur, hari ini hari penting. Kita launching dan saya percaya mungkin kurang dari 3 tahun kita akan sampai 100 GW. Iya kan?" katanya.

Prabowo kemudian membandingkan target energi tersebut dengan pencapaian pemerintah dalam mendorong swasembada pangan.

Menurut dia, target yang sebelumnya diberikan selama empat tahun dapat dicapai tim pemerintah dalam waktu lebih cepat.


Gempur Rokok Illegal--

"Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun. Tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun. Berarti kalau saya kasih target 3 tahun untuk tim energi, ya enggak lah, 2 tahun lah," ucap Prabowo.

Presiden pun menyelipkan candaan sekaligus tantangan kepada jajaran pemerintah yang menangani sektor energi.

Sumber:

Berita Terkait