Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjenpol Trunoyudo Wisnu Andiko menyerahkan cinderamata kepada peserta dialog. -istimewa-

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertajuk Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital di Jakarta Selatan, Selasa 4 Kuli 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hibrida ini menjadi langkah Polri memperkuat kemampuan personel dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang kian kompleks.

BACA JUGA:Polri Pastikan Aktivitas Ekonomi Berjalan Aman, Kamtibmas Tetap Kondusif

Dialog tersebut diikuti personel Mabes Polri, jajaran kepolisian kewilayahan, akademisi, serta sejumlah pakar hukum dan psikologi forensik. Forum ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kasus love scamming, yakni modus kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional korban untuk melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga perdagangan orang.

BACA JUGA:Residivis Narkoba di Lapas Jadi Otak Penipuan Emas Rp587 Juta, Polda Jatim Telusuri Aliran Dana

Karo Penmas Divisihumas Polri Brigjenpol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, transformasi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan ruang siber.

BACA JUGA:Kapolres Tragedi Kanjuruhan Berduka Ditunjuk Kapolri Jadi Korspri

"Love scamming tidak lagi sekadar menjadi bentuk penipuan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga tindak pidana lintas negara," ujar Trunoyudo.

BACA JUGA:Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Dijamin Jasa Raharja, Santunan Meninggal Dunia Rp50 Juta

Menurutnya, pelaku kini memanfaatkan berbagai platform digital, mulai dari media sosial, aplikasi perpesanan, aplikasi kencan daring, hingga teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membangun kepercayaan korban sebelum melancarkan aksinya.

BACA JUGA:Polda Jatim Buka Empat Posko DVI dan Hotline Korban Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Ia menilai perkembangan modus tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika kejahatan siber yang terus berkembang.


Gempur Rokok Illegal--

"Penanganan love scamming memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, analisis forensik digital, perlindungan korban, serta kerja sama lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Dialog menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasubdit I Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri Kombes Pol. Sinta, Asisten Koordinator Resource Center Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Robby Kurniawan, dan Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto.

Sumber:

Berita Terkait