Sambangi Redaksi Memorandum, Pertamina Gaungkan Gerakan Bijak Energi untuk Warga Jatim
Area Manager Com, Rel & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, bersama Direktur Utama Memorandum H Choirul Shodiq SH MH, Pimpinan Redaksi SKH Memorandum Sujatmiko, Pimred Memorandum.Disway.id Eko Yudiono.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas energi, khususnya BBM dan elpiji, di tengah dinamika global yang terus bergejolak, Selasa 7 April 2026.
Pesan ini disampaikan dalam kunjungan silaturahmi ke kantor Surat Kabar Harian Memorandum yang dirangkai dengan dialog dalam program podcast Memorandum TV.
Area Manager Comm, Rel, & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi menekankan bahwa konsep bijak energi bukan berarti membatasi aktivitas melainkan mengendalikan penggunaan sesuai kebutuhan.
Ahad mengatakan, bijak energi bukan berarti tidak produktif, namun bagaimana masyarakat menggunakan energi secara wajar serta tidak berlebihan.
BACA JUGA:Wagub Emil Dardak Pastikan Pasokan Elpiji 3 Kilogram di Surabaya dan Jawa Timur Aman
BACA JUGA:Ketersediaan Jagung hingga Telur Ayam Diproyeksikan Surplus Jelang El Nino
Menurutnya perilaku sederhana seperti mematikan mesin kendaraan saat berhenti atau menghemat listrik di rumah menjadi langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan bersama.

Mini Kidi Wipes.--
Ahad menjelaskan bahwa konflik geopolitik global memang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar mata uang di berbagai negara termasuk Indonesia.
Kondisi tersebut bukan hal baru dan telah beberapa kali terjadi sebelumnya sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dalam menyikapi situasi pasar.
Pihaknya memastikan bahwa ketersediaan energi di wilayah Jawa Timur tetap aman karena Pertamina bersama pemerintah terus menjaga pasokan secara konsisten.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Ahad juga menekankan pentingnya peran media dalam menyaring informasi agar tidak memicu keresahan publik terkait isu kelangkaan energi.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi guna menghindari aksi panic buying di lapangan.
Pengecekan kebenaran informasi sangat penting karena kepanikan justru bisa memicu antrean serta lonjakan konsumsi yang tidak wajar di masyarakat.
"Pemerintah menjaga stabilitas, Pertamina memastikan pasokan, dan masyarakat berperan menggunakan energi secara bijak sebagai kunci ketahanan nasional," pungkas Ahad. (ain)
Sumber:







