Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Upacara Peringatan Harkitnas ke-117
Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117.--
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117. upacara berlangsung khidmat di lapangan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa 20 Mei 2025.
Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Waka Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Ari Bayuaji. Hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kapolsek Jajaran, serta seluruh anggota Polres dan Polsek Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk Aparatur Sipil Negara (PNS) di lingkungan polres.
BACA JUGA:Unitomo Peringati Harkitnas Sekaligus Dies Natalis Ke-44
BACA JUGA:Maknai Hari Kebangkitan Nasional, Ini 7 Peran BRI Bawa Ekonomi Indonesia Lebih Kuat!

Mini Kidi--
Rangkaian upacara diawali dengan kedatangan Inspektur Upacara, Kompol Ari Bayuaji, di lapangan upacara. Pasukan kemudian disiapkan, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara dan laporan Komandan Upacara.
Prosesi dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah-Putih yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara. Suasana khidmat tercipta saat mengheningkan cipta, juga dipimpin oleh Kompol Ari Bayuaji, untuk mengenang jasa para pahlawan.
Selanjutnya, Inspektur Upacara memimpin pembacaan teks Pancasila, diikuti dengan pembacaan naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
BACA JUGA:Harkitnas, Pemkot Surabaya Ajak Warga Siapkan Masa Depan Generasi Penerus
Dalam amanatnya, Wakapolres Kompol Ari Bayuaji membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.
"Tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah," demikian kutipan pidato yang dibacakan.
Pidato tersebut juga menyoroti langkah awal Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih dalam 150 hari pertama.
"Kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari Rakyat. Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang."
Sumber:







