Pantau Tanaman Kacang Tanah, Kanit Samapta Polsek Tanah Merah Edukasi Petani Sepuh Desa Jangkar
Kanit Samapta Aiptu Bagus saat nyambangi dan berdialog dengan Mulyadi, petani kacang tanah di Desa Jangkar--
BANGKALAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menindak lanjuti program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Polsek Tanah Merah, Aiptu Bagus Andi, kembali turun ke lapangan. Kali ini, khusus nyambangi Mulyadi (70), sosok petani penggarap tanaman kacang tanah di Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Selasa (7/7) siang kemaring.

Mini Kidi Wipes.--
Selain berkepentingan untuk memantau tumbuh-kembang tanaman kacang tanah kelolaan sosok petani sepuh ini, Aiptu Bagus sebagai Polisi penggerak ketahanan pangan, jugra berinisiatif melakukan kegiatan pendampingan.
Beberapa pesan, harapan, serta motivasi berbasis edukatif, diperbincangkan secara santai santai di tengah hamparan lahan produktif ukuran 10 X 15 m2 kelolaan petani di Desa Jangkar ini.” Alhamdulillah, Pak Mul amat well-come disambangi Pak Polisi,” kesan Aiptu Bagus.
BACA JUGA:Dukung Swasembada Pangan, Polsek Tanah Merah Bangkalan Rajin Sambangi Petani Kacang Tanah
Dihadapan Kakek yang tampak masih bugar ini, Aiptu Bagus, menjelaskan, Pemerintah melalui kemasan program Astacita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tengah berjuang untuk menggapai missi swasembada pangan nasional. Muara tujuannya untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan berkelanjutan, sebagai salah satu penyangga kesejahteraan hidup Rakyat Indonesia. Khususnya dalam hal ketersediaan pangan skala nasional.

Gempur Rokok Illegal--
Dalam kontes ini, etos semangat kerja para petani untuk tetap ajeg dan konsisten bercocok tanam di areal lahan poruduktif, amat sangat diharapkan oleh pemerintah.” Termasuk Pak Mulyadi tentunya,” tandas Aiptu Bagus.
Apapun jenis tanaman yang ditebar di atas lahan produktif, dipersilahkan terus berlanjut. Bisa tanaman padi, jagung, kacang tanah, atau jenis umbi-umbian, seperti singkong, ketela rambat dan lainnya tak masalah. Semuanya punya potensi untuk jaga stabilitas kettahanan pangan nasional.
“ Kepada Pak Mulyadi, saya berharap untuk tetap tabah, sabar dan bersemangat untuk terus menekuni profesinya sebagai petani desa,” saran Aiptu Bagus. Bercocok tanam kacang tanah boleh. Di lain waktu beralih tanam jagung juga bagus.
Jika saat ini Pak Mulyadi lebih getol mengelola tanaman kacang tanah, silahkan terus lanjut. Sebab jenis tanaman yang kaprah digarap di atas areal lahan tegalan produktif, ini punya nilai ekonomis cukup tinggi di bursa pasaran umum.
“ Hasil panenannya, secara ekonomis jelas akan menjadi pilar penyangga kesejahteraan keluarga Pak Mulyadi,” tandas Aiptu Bagus. Di sisi lain, kiprah Pak Mulyadi sebagai sosok petani tangguh, jelas ikut menanam andil untuk ikut jaga missi stabilitas ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Untuk skalan lokal, disadari atau tidak, Pak Mul juga berjasa ikut jaga stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan. Termasuk di Desa di Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah tentunya.
Sumber:






