iklan bhayangkara
Pildun Banner

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh ASN Bangkalan

Polisi Kantongi Identitas Pembunuh ASN Bangkalan

Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menjelaskan perkembangan terbaru kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati (50)--

SIDOARJO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus tewasnya Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura mulai menemukan titik terang.


Mini Kidi Wipes.--

Hal itu diungkap oleh Pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya. Informasi yang dia himpun, polisi sudah mengantongi identitas dan alamat terduga pelaku pembunuhan tersebut.

"Belum tau pelakunya sudah tertangkap atau belum. Tapi polisi sudah profiling jelas pelakunya," kata lawyer yang pernah belasan tahun menjadi wartawan kriminal ini pada Memorandum, Senin 29 Juni 2026.

BACA JUGA:Misteri Kematian Sekdin Bangkalan di Bandara Juanda, Korban Diduga Dibunuh dengan Cara Dibekap


Gempur Rokok Illegal--

Sementara perkembangan terbaru, adik dan adik ipar korban akan dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Sidoarjo. Menurut Risang, penyidik akan mencari tahu apakah ada benda berharga, salah satunya perhiasan korban ada yang hilang atau tidak.

"Harusnya diperiksa Sabtu kemarin sekitar pukul 15.30 WIB di Polsek Sedati. Tapi dibatalkan atas kesepakatan bersama, dan hari Senin ini dipanggil ke polres," lanjutnya.

BACA JUGA:ASN Pemkab Bangkalan Ditemukan Tewas di Parkiran Juanda, Korban Diduga Dibunuh Diluar Bandara

Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menjelaskan, anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.

"Sampai dengan saat ini, dari pihak kepolisian khususnya Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data-data, maupun pendalaman, dan sudah ada beberapa saksi yang diperiksa," jelasnya.

BACA JUGA:Jasad ASN Bangkalan Tewas di Bandara Juanda Dimakamkan, Keluarga Tunggu Hasil Autopsi

Sementara terkait hasil sementara visum yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong menyatakan ada luka yang diduga diakibatkan kekerasan di tubuh korban.

"Dari Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong, hasil sementara visum menemukan atau mengungkapkan ada luka robek telinga sebelah kiri, diduga diakibatkan karena benturan atau kekerasan benda tumpul," terangnya.

Sumber:

Berita Terkait