Pemkab Lamongan Optimalisasi Rujukan Kesehatan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menjadi narasumber di Aula RSUD dr. Soegiri Lt.3.--
LAMONGAN, MEMORANDUM.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dan berkualitas melalui dukungan terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara RSUD dr. Soegiri dan 32 puskesmas di seluruh Kabupaten Lamongan terkait sistem pelayanan rujukan terpadu, Sabtu 1 November 2025.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menjadi narasumber pada seminar layanan bedah mulut dan kolaborasi rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) milik pemerintah di Aula RSUD dr. Soegiri Lantai 3.

Mini Kidi--
Dengan adanya kerja sama tersebut, RSUD dr. Soegiri akan menjadi one stop referral center atau pusat rujukan terpadu yang menyediakan berbagai layanan kesehatan dari tingkat dasar hingga subspesialis dalam satu lokasi.
Selain itu, masyarakat Kabupaten Lamongan tidak perlu berpindah-pindah untuk mendapatkan penanganan komprehensif.
BACA JUGA:Benih Lokal Nusantara Ramah Lingkungan Hasil Karya Pemuda Lamongan Patut Diapresiasi
Hal ini mempermudah sekaligus memberikan efisiensi akses pasien terhadap layanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas.
Dukungan terhadap MoU tersebut juga sejalan dengan misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan, yaitu mewujudkan daya saing sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
BACA JUGA:Konvoi Ganggu Kamtibmas di Lamongan, 13 Pemuda dan 17 Kendaraan Diamankan
Selain itu, program prioritas “Lamongan Sehat” menjadi payung besar transformasi sektor kesehatan yang kini terus diperkuat.
Upaya tersebut juga selaras dengan Asta Cita kelima Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan layanan kesehatan dan gizi seluruh rakyat.
Tercatat indeks kesehatan Kabupaten Lamongan terus meningkat secara konsisten.
BACA JUGA:Irdam V/Brawijaya Kunjungi Lokasi Marshalling Area Yonif TP Joko Modo Lamongan
Pada tahun 2023 indeks kesehatan mencapai 0,844 dan meningkat menjadi 0,847 pada tahun 2024.
“MoU akan memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama dalam memudahkan dan mendekatkan pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lamongan,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas RSUD serta puskesmas di Kabupaten Lamongan, diperlukan penguatan tata kelola dan efisiensi pembiayaan.
BACA JUGA:Pemkab Lamongan Komitmen Berdayakan Penyandang Disabilitas
Selain itu juga dibutuhkan transformasi layanan berorientasi pasien, penguatan daya saing dan inovasi layanan, integrasi sistem layanan primer dan sekunder, pembangunan bisnis data dan sistem informasi kesehatan daerah, serta penguatan kapasitas dan budaya kerja SDM kesehatan.
Langkah tersebut dilengkapi dengan rebranding dan peningkatan kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan daerah.
BACA JUGA:1.700 Hektare Sawah di Kembangbahu Lamongan Siap Panen MT III
Pada kesempatan itu, Pak Yes juga meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing di RSUD dr. Soegiri.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara RSUD dr. Soegiri dan RS Unair.
Sumber:

