Bukan Sekadar Blusukan, Gus Fawait: Bunga Desaku Cara APBD Menyapa Warga Desa
Bupati Jember Muhammad Fawait di hadapan para undangan Ketua RT /RW dan perangkat Desa se-Kecamatan Mumbulsari--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Suasana hangat menyelimuti Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari, saat jajaran Pemerintah Kabupaten Jember hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar kunjungan formal, program bertajuk Bunga Desaku ini menjadi ajang silaturahmi besar yang mempertemukan Bupati Jember dengan ujung tombak pelayanan: para ketua RT, RW, kepala desa, hingga kader Posyandu.
​Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah ke pelosok bukan sekadar untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau sekadar blusukan yang lazim dilakukan pejabat. Ada filosofi mendalam di balik nama Bunga Desaku.
BACA JUGA:Gus Fawait Pasang Badan! Pastikan Nasib PPPK Jember Aman, PNS Melempem Siap-Siap Disikat

Mini Kidi Wipes.--
​“Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita tidak boleh hanya 'berputar' di pusat kota. Manfaatnya harus menjangkau setiap sudut, hingga ke kecamatan dan desa. Itulah filosofi Bunga Desaku—memastikan pemerataan, bukan sekadar sidak. Karena kalau hanya sidak, bisa dilakukan kapan saja tanpa persiapan besar,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait ini, Selasa 7 April 2026.
Bagi Gus Fawait, setiap warga Jember, di mana pun mereka tinggal, memiliki hak yang sama untuk merasakan kehadiran negara. Melalui forum ini, ia ingin memastikan program-program pemerintah daerah tidak hanya mentereng di atas kertas, tetapi benar-benar bisa diakses oleh masyarakat di akar rumput.
BACA JUGA:Dengar Keluhan Warga, Gus Fawait Longgarkan Jam Operasional Truk Imasco Demi Urai Kemacetan
​“Warga Jember punya hak yang sama, baik yang tinggal di desa terpencil maupun di kelurahan tengah kota, untuk merasakan manfaat program pemerintah,” tambahnya dengan nada penuh penekanan.
Forum ini juga menjadi ruang bagi para kader Posyandu, RT, RW, hingga Linmas untuk berkeluh kesah dan memberikan saran. Gus Fawait menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi yang nyata agar kebijakan yang diambil tidak meleset dari sasaran.
​“Jangan sampai pemerintah membuat kebijakan 'warna putih', sementara masyarakat sebenarnya sangat membutuhkan 'warna biru'. Kita harus selaras dengan kebutuhan riil di bawah,” ibaratnya.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Tak hanya soal diskusi, kegiatan ini juga membawa dampak langsung bagi ekonomi lokal. Pembagian bantuan sembako menjadi langkah konkret dalam mengendalikan inflasi sekaligus mendukung kesejahteraan para petani.
​Bupati berharap, dengan distribusi APBD yang menyentuh desa, titik-titik pertumbuhan ekonomi baru akan bermunculan. Ia mencatat bahwa strategi ini telah membuahkan hasil manis; pertumbuhan ekonomi Jember tercatat tertinggi pada 2025 dengan nilai investasi mencapai Rp2,5 triliun—sebuah pencapaian luar biasa yang diraih tanpa perlu menaikkan beban pajak masyarakat.
​“Ini bukan tentang gaya kepemimpinan, tapi tentang bagaimana APBD menjadi stimulan agar ekonomi di desa-desa bisa bernapas lebih lega dan tumbuh mandiri,” pungkas Gus Fawait.(Fbr)
Sumber:







