selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Adu Banteng Motor di Depan TPU Ajung, Dua Nyawa Melayang

Adu Banteng Motor di Depan TPU Ajung, Dua Nyawa Melayang

Regu Lakalantas Polres Jember Olah TKP dua korban tewas--

​JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Suasana hening di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Ajung Wetan, Desa Ajung, mendadak pecah oleh dentuman keras besi beradu. Sebuah kecelakaan maut "adu banteng" melibatkan dua sepeda motor terjadi, Rabu, 11 Maret 2026, yang merenggut dua nyawa di lokasi kejadian.

​Peristiwa tragis di Jalan M. Yamin ini melibatkan sepeda motor Honda Grand tanpa nomor polisi yang dikendarai oleh Muhammad Rayhan Wirayuda (23), warga Tegal Besar, dengan Suzuki Shogun bernopol P-3779-HT yang dikemudikan oleh seorang pelajar, Ahmad Hilman Huda (15).

BACA JUGA:Lawan Arus Demi Hindari Genangan Air, Pria Sidoarjo Tewas Adu Banteng di Sambiroto Sooko

​Kasatlantas Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember Ipda Tommy Nur Alamsyah, menjelaskan bahwa petaka bermula saat Honda Grand yang dikendarai Rayhan melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di depan TPU Ajung, motor lawas tersebut mendadak oleng ke kanan dan kehilangan kendali.

​Di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (utara ke selatan), melaju Suzuki Shogun yang dikendarai Ahmad Hilman Huda yang tengah berboncengan dengan Alvian Ramadhani (13). Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan hebat antar bagian depan motor tak terhindarkan.

​"Kendaraan Honda Grand oleng ke kanan sehingga terjadi tabrakan depan yang sangat keras. Akibatnya, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala dan patah tulang," ujar Ipda Tommy.

BACA JUGA:Kurang Hati-hati Saat Berkendara, Pemotor Tewas Usai Adu Banteng dengan Pikap di Jalan Kuwukan Surabaya

​Luka yang diderita para korban sangat memprihatinkan. Rayhan Wirayuda (23) dinyatakan meninggal dunia di tempat (MD) dengan kondisi patah kaki kiri dan cedera kepala berat. Nasib serupa menimpa Ahmad Hilman Huda (15); remaja yang masih berstatus pelajar ini menghembuskan napas terakhir di TKP dengan luka serupa.

​Sementara itu, pembonceng Suzuki Shogun, Alvian Ramadhani (13), berhasil selamat dari maut meski harus menahan sakit yang luar biasa. Ia mengalami patah tulang kaki kiri dan luka lebam di wajah, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RS Bina Sehat Jember.

BACA JUGA:Vario dan Truk Adu Banteng di Cerme Gresik, Penumpang Motor Patah Pinggang

​Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi mata di lokasi, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kurang hati-hatinya pengendara Honda Grand. Akibat insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2.000.000.

​Kini, kedua kendaraan yang ringsek telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti. Tragedi berdarah di depan liang lahat ini menjadi pengingat pahit bagi warga Jember untuk selalu waspada dan menjaga konsentrasi saat memacu kendaraan di jalan raya. (edy)

Sumber: