Perkuat Mutu SMA, Dindik Jatim Dorong Pembelajaran Berbasis Nalar dan Ketulusan
Kadindik Aries memberikan arahan kepada para peserta TKA.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) terus mematangkan kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan evaluasi akademik modern. Kepala DindikJatim, Aries Agung Paewai, secara resmi membuka agenda strategis bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru Mata Pelajaran Jenjang SMA dalam Rangka Penguatan Pembelajaran dan Asesmen Berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai upaya sistematis untuk memastikan bahwa implementasi TKA di lapangan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas instruksional di dalam kelas.
BACA JUGA:Cetak Pemimpin Berkarakter, Dindik Jatim Perketat Seleksi Kepala SMAN Taruna

Mini Kidi Wipes.--
Dalam arahannya, Aries menekankan bahwa orientasi pendidikan di Jatim harus bergeser dari sekadar pengejaran skor menuju penguatan esensi. Menurutnya, asesmen berbasis TKA memiliki tanggung jawab besar untuk memotret tiga aspek utama siswa. Yakni, kedalaman pemahaman, ketajaman penalaran, dan kompetensi akademik utuh.
"Kita ingin TKA ini bukan hanya tes semata, tapi berfungsi seperti cermin. Dari sana kita bisa melihat secara jernih apa yang sudah baik dan bagian mana yang memerlukan perbaikan," ujar Aries di hadapan para peserta, Rabu, 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Wujudkan Jatim Cerdas, Dindik Perkuat Pemerataan dan Inovasi Pendidikan Berdampak
Lebih lanjut, ia mengingatkan para guru bahwa teknologi dan metode asesmen secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa adanya ketulusan dalam membimbing. Kualitas pendidikan, menurut Aries, sangat bergantung pada bagaimana guru menularkan semangat belajar kepada siswa.

Gempur Rokok Illegal--
“TKA jangan hanya dilihat dari hasil akhir yang tinggi. Esensi sebenarnya terletak pada bagaimana proses pendidikan yang Bapak dan Ibu berikan kepada anak didik setiap harinya," tegasnya.
Melalui penguatan kompetensi ini, Aries mendorong para guru SMA di Jatim mampu menyelaraskan pola mengajar mereka agar tidak terjebak pada metode hafalan, melainkan pada pengembangan daya kritis yang menjadi fondasi utama TKA.(bin)
Sumber:




