Sudut Pandang Guru Surabaya Melihat Fenomena Gangster Remaja dan Faktor Pemicu
Prisia Yudiwinata --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Guru Sosiologi SMA Negeri 7 Surabaya menilai fenomena gangster remaja dipengaruhi pencarian jati diri dan faktor ekonomi yang mendorong pelajar terlibat kelompok tersebut, Rabu 8 April 2026.
Maraknya fenomena gangster yang melibatkan kalangan remaja di Surabaya kian meresahkan.

Mini Kidi Wipes.--
Tak hanya mengancam ketertiban umum, kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para pendidik yang melihat anak didik mereka rentan terpengaruh masuk ke dalam kelompok gangster.
Prisia Yudiwinata, Guru Sosiologi SMA Negeri 7 Surabaya, mengatakan fenomena ini menimbulkan rasa tidak tenang, terutama bagi pelajar yang memiliki aktivitas pada malam hari.
BACA JUGA:Tawuran Gangster di Gubeng Surabaya, Polisi Amankan 8 Orang, 2 Diproses Hukum
Ia mencontohkan murid-muridnya yang berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, sering pulang larut malam karena jadwal pembelajaran yang tidak menentu.
"Keberadaan gangster otomatis jelas tidak aman. Saya jadi takut juga ketika mereka harus pulang malam, karena jam kuliah lebih tidak tentu dibanding anak sekolah, meskipun mereka sudah mahasiswa, di mata saya mereka tetap anak-anak yang harus dijaga keamanannya," ujar Prisia.
Menurutnya, dari sudut pandang sosiologi, usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang membuat mereka cenderung mencari sensasi atau adrenaline seeker.
BACA JUGA:Berawal dari Pesta Arak, Kawanan Gangster Bacok Remaja di Dupak Surabaya
"Hasrat tersebut membuat mereka berpotensi terjerumus ke kelompok gangster. Mereka merasa senang punya geng, ada faktor ekonomi juga, jika di rumah mereka tidak merasa nyaman atau kebutuhan emosional dan ekonominya tidak terpenuhi, mereka akan mencari pelarian di luar," imbuhnya.
Ia menegaskan pihak sekolah telah berupaya maksimal melakukan langkah pencegahan melalui imbauan rutin dan pendekatan personal kepada siswa.
"Sekolah punya peran besar. Saya yakin kalau anak-anak terikat dengan kegiatan sekolah dengan baik, mereka tidak akan sampai ke sana. Apalagi sekolah masuk pagi, seharusnya tenaga mereka sudah habis untuk belajar. Maka dari itu, jam malam bagi usia sekolah itu sangat penting agar mereka tidak berkeliaran," tegasnya.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Terkait sanksi bagi remaja yang terlibat gangster, Prisia menilai pembinaan berlapis lebih efektif dibandingkan hukuman semata.
"Harusnya pembinaan, dan itu tidak bisa hanya dari kepolisian saja. Pendekatannya harus menyeluruh mulai dari keluarga, teman, hingga pihak sekolah. Tindakannya harus preventif sejak dini, mulai dari tingkat SD hingga SMA," pungkas Prisia. (yat)
Sumber:







