Kasus Pembunuhan Anak Lurah di Menganti Gresik, Polisi Periksa Psikologi Pelaku
Tersangka IR saat digiring petugas di Mapolres Gresik.--
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Proses penyidikan terus digencarkan polisi terhadap pembunuhan yang dilakukan IR (22), terhadap pacar sekaligus anak lurah, MF (23), yang terjadi di Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, GRESIK.
Terbaru, Satreskrim Polres Gresik mendalami kondisi kejiwaan pelaku dengan melakukan tes psikologi terhadap IR. Terlebih, perempuan tersebut membunuh kekasihnya dengan cara yang keji dan membabi buta.
BACA JUGA:Pembunuhan Pacar di Menganti Gresik Diduga Terencana, Pelaku Beli 2 Pisau Sebelum Beraksi
“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan kami telah berkoordinasi dengan psikologi forensik untuk dilakukan pendampingan,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Prasetyo, Rabu 7 Oktober 2026.

Mini kidi--
Pihaknya pun menilai aksi pelaku telah direncanakan sejak awal. IR mengaku telah menyusun rencana sejak Senin 28 September 2026. Pada hari Selasa keesokannya, RI membeli dua bilah pisau dan handuk untuk dipakai menghabisi MF.
BACA JUGA:Satreskrim Polres Gresik Dalami Pembunuhan Randupadangan, Periksa Enam Saksi
Aksi pembunuhan dilakukan IR pada dini hari di Toko Bangunan Al-Inayah 3 milik korban, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu 3 Oktober 2026. Ketika MF tertidur, perempuan tersebut langsung menusukkan pisau ke leher korban sebanyak dua kali.
Korban sempat memberontak dan melakukan perlawanan. Namun, IR kembali meraih pisau lain yang ia siapkan dan membacok korban secara membabi buta ke bagian lengan, pinggang, dan punggungnya.
“Dari hasil visum ditemukan banyak luka bacok, luka tangkis dan luka iris di tubuh korban. Di antaranya di bagian leher, bahu, lengan, punggung, pinggang, dan tungkai,” urainya.

Gempur Rokok Illegal--
Saat ini, tersangka mendekam di balik tahanan Mapolres Gresik untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu bilah pisau kecil, satu bilah pisau daging berukuran besar, dan handuk berwarna abu-abu.
“Dari hasil penyidikan yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa tersangka ini melakukan pembunuhan disertai dengan perencanaan,” tandasnya.(rez)
Sumber:









