Dirut Petrokimia Gresik Bicara Talenta dan Industri Hijau di Forum PBB New York
Dirut PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (kanan), menjadi pembicara forum Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York, AS. --
“Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,” tuturnya.
Daconi menjelaskan, Petrokimia Gresik berada pada dua sisi transformasi sekaligus. Di sisi hulu, perusahaan merupakan industri pupuk dan kimia yang terus meningkatkan efisiensi serta menurunkan intensitas karbon.
Sementara di sisi hilir, produk dan inovasi Petrokimia Gresik bersentuhan langsung dengan produktivitas petani, kesehatan tanah, dan keberlanjutan pertanian Indonesia.
Salah satunya melalui GladiAgro yang dikembangkan untuk menjawab tantangan menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan pengujian Petrokimia Gresik terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016, sebanyak 91,9 persen menunjukkan kandungan karbon organik rendah.
Dalam implementasinya, GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator sebagai dekomposer berbasis mikroba unggul untuk mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi organik.
Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pemulihan kesehatan tanah.
“Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut sampai ke lahan pertanian. Di industri, kami harus membuat proses produksi semakin efisien dan rendah karbon,” terangnya.
“Di sektor pertanian, kami juga harus membantu petani menjaga kesehatan tanah, menggunakan input secara lebih tepat, dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” lanjutnya.
BACA JUGA:Petrokimia Gresik Perkuat Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan di Pulau Talango
Menurut Daconi, perubahan menuju industri rendah karbon bukan hanya menyangkut teknologi dan sumber energi, tetapi juga kompetensi tenaga kerja.
Engineer dan operator ke depan perlu memahami efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, serta teknologi rendah karbon. Kebutuhan talenta juga semakin luas, mulai teknik dan lingkungan hingga pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis.
“Karena itu, penguatan talenta perlu dilakukan melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin,” ucapnya.
Petrokimia Gresik disebut memiliki roadmap dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Sebagai target jangka pendek, pada 2030 perusahaan menargetkan penurunan emisi 30 persen dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) sebesar 3,46 juta ton COâ‚‚e.
Upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi energi dan utilitas, penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan dan COâ‚‚, serta pengembangan teknologi rendah karbon.
Sumber:







