DPRD Gresik Turut Awasi MBG, Komunikasi Pelaksana di Lapangan Dinilai Masih Lemah
Forum Rembuk Akur Menuju Gresik Maju di Kantor Bupati Gresik. --
BACA JUGA:Jawab Persoalan Masyarakat, DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Strategis
Syahrir menjelaskan, dalam regulasi BGN, cakupan penerima manfaat MBG sangat luas, dan tidak hanya menyasar siswa. Namun juga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Program ini tidak hanya menyasar siswa, tapi juga kelompok rentan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan sejumlah tantangan di lapangan. Di antaranya yakni perbedaan harga bahan baku antar wilayah, khususnya di kawasan kepulauan, yang berdampak pada keseragaman kualitas menu.
BACA JUGA:Dana SiLPA 2025 Capai Rp450 Miliar, DPRD Gresik Proyeksikan untuk Pembangunan Infrastruktur 2026
Selain itu, menurutnya tantangan lain juga disebabkan oleh tingkat konsumsi ikan yang masih rendah, keterbatasan SDM, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme distribusi.
“Kurangnya informasi sering memicu perbandingan antar dapur. Maka transparansi dan komunikasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam kegiatan Rembuk Akur menegaskan bahwa upaya penguatan standar akan diiringi dengan pengawasan yang konsisten di lapangan. Termasuk dalam pemenuhan aspek higienitas dan sanitasi.
BACA JUGA:Dugaan Perusakan Cagar Budaya, DPRD Gresik Dorong Pemkab Laporkan PT Pos ke BPKW
Ssetiap dapur MBG wajib memenuhi standar laik higienis sanitasi (SLHS) maksimal tiga bulan sejak mulai beroperasi. Jika tidak terpenuhi, dapur akan dikenakan sanksi tegas berupa penghentian operasional sementara.
“Sejak dapur mulai berjalan, ada batas waktu tiga bulan untuk memenuhi SLHS. Kalau tidak terpenuhi, pasti disuspensi. Ini bagian dari penegakan standar agar kualitas program tetap terjaga,” tegasnya.
Kebijakan tersebut, imbuhnya, telah diterapkan pihaknya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh dapur MBG di Gresik berjalan sesuai ketentuan.
“Kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi kita semua wajib berjalan benar. Dengan standar yang kuat dan sinergi yang solid, kita optimistis seluruh dapur MBG di Gresik bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (rez)
Sumber:







