new idulfitri

Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik

Cegah Stunting dari Desa, Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik

Cargill Dorong Kolaborasi dan Penguatan Komunitas di Gresik--

Di Kecamatan Manyar, banyak orang tua bekerja di sektor industri sehingga waktu pengasuhan terbatas. Sebagian lainnya merupakan pendatang yang belum sepenuhnya terhubung dengan layanan kesehatan dan mekanisme sosial desa. Keterbatasan pemahaman mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan remaja putri juga masih ditemukan. 

Karena itu, program CSR Cargill sejak 2022 hingga 2026 lebih menitikberatkan pendekatan promotif dan preventif melalui edukasi dan peningkatan kapasitas, dibandingkan intervensi kuratif.

Salah satu strategi yang dikembangkan adalah pembentukan Laskar Cegah Stunting, kelompok penggerak berbasis komunitas yang melibatkan kader PKK, bidan desa, penyuluh keluarga berencana, serta kader kesehatan.

BACA JUGA:Pom Mini Terbakar di Panceng Gresik, Tiga Motor Hangus dan Pemilik Alami Luka Bakar

Hingga kini, sebanyak 42 kader dari enam desa telah mendapat pelatihan komunikasi perubahan perilaku dan pendampingan praktik kesehatan keluarga.

Para kader tersebut mengelola berbagai kegiatan edukasi, seperti Kelas Ibu Menyusui dan Kelas Parenting Balita PAUD yang berlangsung rutin setiap bulan. Program ini telah menjangkau sekitar 452 ibu menyusui dan 440 balita PAUD di enam desa sasaran.

Inisiatif lain yang berkembang adalah pembentukan forum rembuk stunting desa, ruang dialog lintas pemangku kepentingan yang melibatkan pemerintah desa, PKK, tokoh masyarakat, RT/RW, dan kader posyandu. Forum ini berfungsi menyelaraskan isu stunting dengan perencanaan serta penganggaran pembangunan desa.

BACA JUGA:Arus Mudik Lebaran, Polres Gresik Sidak SPBU Pastikan Keamanan Stok dan Kualitas BBM

Menurut Cargill, penguatan pengetahuan di tingkat komunitas menjadi prasyarat penting bagi perubahan perilaku hidup sehat. Dari proses itu diharapkan penurunan prevalensi stunting dapat berlangsung lebih berkelanjutan.

“Kami tidak ingin hadir hanya sebagai donor program. Kami berupaya membangun nilai bersama dan transformasi sosial di komunitas sekitar,” tutup Adi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi masyarakat, hingga sektor industri.

BACA JUGA:Viral Pembagian Zakat Berujung Ricuh di Gresik, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

Selain Wakil Bupati Gresik selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gresik, hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

Dari tingkat kewilayahan dan desa, kegiatan ini dihadiri Camat Manyar, Kepala Puskesmas Manyar, kepala desa dan sekretaris desa dari enam desa di Kecamatan Manyar, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta ketua PKK enam desa.

BACA JUGA:Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Best CEO dan Corporate Anugerah BUMN 2026

Sumber: