Peringati Hari Batik Nasional, The Alana Surabaya Wadahi Kreativitas Pelukis Cilik Disabilitas
The Alana Surabaya menggelar kegiatan membatik khusus bersama seniman cilik berkebutuhan khusus, Qurrota'Ain Rizky Cahyani. --
SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID — Menyelaraskan semangat inklusivitas dengan pelestarian warisan budaya, The Alana Surabaya menggelar kegiatan membatik khusus bersama seniman cilik berkebutuhan khusus, Qurrota'Ain Rizky Cahyani. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober.
​Gadis cilik yang akrab disapa Tata tersebut merupakan salah satu anak binaan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya. Dalam momen ini, Tata menunjukkan kebolehannya menggoreskan motif batik di atas kain menggunakan media kuas.
​Karya batik lukis yang dikerjakan oleh Tata nantinya akan dipajang secara permanen di area publik The Alana Surabaya setelah seluruh proses penyelesaian selesai.
BACA JUGA:Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, The Alana Malang Gelar Simulasi Fire Drill Berkala

Mini kidi--
Langkah ini diambil manajemen hotel sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap potensi anak disabilitas, sekaligus memberikan ruang agar karya seninya dapat dijangkau oleh khalayak yang lebih luas.
​General Manager The Alana Surabaya, Fabio P. Simorangkir, menyatakan bahwa hotelnya berkomitmen mendukung penciptaan ruang yang inklusif di lingkungan masyarakat maupun industri perhotelan.
​"Melalui kegiatan membatik ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi mereka. Kami memilih untuk memajang karya batik lukis Tata di hotel sebagai bentuk apresiasi. Kami berharap karya ini dapat dinikmati oleh para tamu sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya dan memberikan inspirasi," ujar Fabio.
​Perjalanan Seni dan Prestasi Tata
​Ketertarikan Tata terhadap dunia gambar dan lukis bukanlah hal baru.
Ibundanya, Beta Ami, menceritakan bahwa bakat visual sang buah hati sudah terlihat sejak masih mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak.
Kala itu, Tata kerap menjadikan berbagai media di sekitarnya seperti kertas, kardus, hingga tembok rumah sebagai kanvas coretan kreatifnya.
​Perkembangan bakat Tata semakin terarah ketika keluarganya mendatangkan dukungan lingkungan yang tepat melalui Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya.
Sumber:








