selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Kota Besar Pun Rentan Tenggelam

Kota Besar Pun Rentan Tenggelam

Aris Setyoadji--

Bagi warga yang tinggal di kawasan rentan, rob bukan sekadar berita di media, tetapi realitas yang harus dihadapi berulang kali.

Karena itu, penanganan rob tidak bisa hanya mengandalkan respons sesaat ketika genangan terjadi. 

BACA JUGA:Padel: Gaya Hidup dan Peluang Bisnis Baru

Kota pesisir membutuhkan pendekatan jangka panjang yang terintegrasi, salah satu langkah penting adalah memperkuat perlindungan alami melalui rehabilitasi mangrove di kawasan pantai. 

Penanaman kembali mangrove dapat membantu menahan gelombang sekaligus memperbaiki keseimbangan ekosistem.

Selain itu, pembangunan infrastruktur pengendali rob juga perlu dipertimbangkan secara serius. 

Tanggul laut, sistem pompa, serta peningkatan kapasitas drainase dapat menjadi bagian dari strategi adaptasi kota terhadap perubahan iklim. 

BACA JUGA:Ironi BoP dan Narasi Perdamaian Semu

Namun solusi infrastruktur harus diiringi dengan penataan ruang yang lebih bijak.

Pemerintah kota juga perlu meninjau kembali kebijakan pembangunan di kawasan pesisir. 

Wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap rob seharusnya tidak dijadikan lokasi ekspansi permukiman atau industri tanpa perhitungan matang. 

Perencanaan kota masa depan harus memasukkan faktor perubahan iklim sebagai bagian penting dari strategi pembangunan.

BACA JUGA:Cukup Saya WNI, Anak Jangan? Memahami Batas Pilihan Kewarganegaraan Anak

Peran masyarakat juga tidak kalah penting, kesadaran untuk menjaga lingkungan pesisir, mengurangi eksploitasi air tanah, serta mendukung upaya konservasi mangrove dapat membantu mengurangi risiko rob di masa depan. 

Adaptasi terhadap perubahan iklim bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga kota.

Sumber: