selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Lilitan Kain di Malam Ramadan

Lilitan Kain di Malam Ramadan

Muhammad Ridho--

Ramadan bukan hanya tentang kekhusyukan di dalam saf-saf masjid atau keriuhan pasar takjil di sore hari. 

Ada salah satu fenomena yang sering terjadi pada bulan Ramadan di berbagai kota.

Fenomena ini mampu mengubah aspal jalanan dan gang sempit menjadi arena bagi sebuah tradisi jalanan.

BACA JUGA:Baja untuk Bocah


Mini Kidi Wipes.--

Sebuah fenomena yang mendiami telah lama dan sering muncul di bulan Ramadan, ia di kenal sebagai Perang Sarung.

Bagi generasi yang lebih tua, melihat perang sarung sering kali memicu rasa nostalgia yang pahit manis. 

Ada ingatan tentang masa di mana kaki begitu ringan berlari dan tawa begitu mudah pecah.

BACA JUGA:Cukup Saya WNI, Anak Jangan? Memahami Batas Pilihan Kewarganegaraan Anak


Gempur Rokok Illegal--

Dahulu, perang sarung adalah "perang tawa". Aturannya sederhana dan tanpa dendam. 

Namun, zaman telah bergeser. Fenomena ini kini sering kali kehilangan ruh "permainan"-nya.

Ketika isi di dalam lilitan sarung bukan lagi sekadar udara, melainkan batu atau benda tajam, maka ia bukan lagi sebuah fenomena budaya, melainkan sebuah tragedi.

BACA JUGA:Ketika “Rasa Sayang” Saja Tak Cukup

Sumber: