Baja untuk Bocah
--
KITA bangga punya pasukan elite: Brigade Mobil.
Dilahirkan dari sejarah panjang. Ditempa untuk situasi genting. Dikirim ke medan paling berbahaya.
BACA JUGA:Polisi Lagi Dicoba atau Justru Sedang Mencoba?
Lalu suatu malam, medan itu berubah bentuk. Bukan hutan. Bukan teroris.
Bukan kelompok bersenjata. Hanya anak sekolah dengan motor dan adrenalin murah.
BACA JUGA:Ketika Tertawa Tidak Lagi Gratis
Negara pun bersiap. Helm baja diangkat tinggi. Bocah di bawahnya mungkin tak hafal konstitusi. Tapi ia hafal satu hal: kerasnya benturan.
Kita memang bangsa simbolik. Helm adalah alat keselamatan. Namun dalam praktik, ia bisa menjadi alat pendidikan karakter—versi instan.
BACA JUGA:Membela Istri Bisa Menggugurkan Jabatan
Katanya untuk efek jera. Memang. Jera itu cepat kalau disertai suara “duk”.
Pertanyaannya sederhana: Sejak kapan wibawa diukur dari kerasnya ayunan?
Balap liar salah. Titik.
BACA JUGA:Polisi Mau Pulang ke Mana
Tapi kalau satuan yang dilatih menghadapi ancaman bersenjata kini unjuk ketangkasan pada bocah, kita seperti melihat singa mengaum di depan kandang ayam—lalu merasa menang.
Sumber:




