DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Tak Sepakat Wacana Pilkada Tidak Langsung

DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Tak Sepakat Wacana Pilkada Tidak Langsung

Kantor DPC PDI Perjuangan Bojonegoro.(ist)--

BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - DPC PDI Perjuangan BOJONEGORO tidak sepakat terkait wacana penyelenggaraan Pilkada tidak langsung dengan alasan efisiensi anggaran.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Donny Bayu Setiawan menuturkan hal itu adalah pandangan keliru dan berpotensi merusak prinsip demokrasi.

"Efisiensi bukanlah pembenaran untuk memangkas hak rakyat dalam memilih pemimpinnya secara langsung," tuturnya. 

BACA JUGA:Hattrick, Dwi Rianto Jatmiko Kembali Pimpin DPC PDI Perjuangan Ngawi


Mini Kidi--

Ia menambahkan, sebaiknya secara jujur melihat persoalan pemborosan anggaran dan praktik politik uang dalam pilkada. "Bahwa secara mendasar praktik politik uang dalam pilkada merupakan tanggungjawab partai politik. Mahar politik misalnya, membuat biaya kontestasi Pilkada menjadi mahal," bebernya.

Menurutnya, apabila partai politik konsisten mengusung calon kepala daerah yang berintegritas, punya kapasitas dan memiliki rekam jejak yang bagus, secara tidak langsung akan mengurangi praktik politik uang.

BACA JUGA:Konferda–Konfercab PDI Perjuangan Jatim, Kanang Minta Kader Siap Dipilih dan Ditugaskan

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutriyono menjelaskan kalau persoalan efisiensi, justru akan lebih baik apabila Pilkada dilaksanakan secara serentak bersamaan dengan Pemilu DPRD atau DPR.

"Ini bisa efisiensi untuk tahapan dan lain-lain. Cetak suara saja mungkin yang biayanya tersendiri," tambahnya.

Ia menegaskan pada prinsipnya, PDI Perjuangan akan konsisten menjaga marwah demokrasi. Sebab hak rakyat memilih langsung calon pemimimpinnya adalah buah perjuangan reformasi yang harus tetap dijaga bersama-oleh semua pihak.(top)

Sumber:

Berita Terkait