iklan bhayangkara2
Pildun Banner

OJK Tegakkan Hukum! Puluhan Ribu Rekening Judi Diblokir, Izin BPR Dicabut

OJK Tegakkan Hukum! Puluhan Ribu Rekening Judi Diblokir, Izin BPR Dicabut

Zoom meet rapat dewan komisioner bulanan yang digelar OJK--

BLITAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Juli 2026 di Jakarta, menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi


Mini Kidi Wipes.--

Perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru. Indikator perekonomian global di atas ekpektasi pasar, namun mengalami divergensi antarnegara di tengah tekanan inflasi  yang meningkat.  

 BACA JUGA:Gandeng BI dan TPAKD, OJK Dorong Perluasan Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang


Gempur Rokok Illegal--

Disampaikan Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi; Agus Firmansyah dalam rilisnya, Selasa malam (07/7/2026), di domestik, indikator ekonomi termoderasi di tengah mulai meningkatnya tekanan inflasi.

Sementara itu, PMI manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit dan cadangan devisa menurun, namun stabilitas tetap terjaga melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter.  

BACA JUGA:OJK Jatim Diserbu Warga, Kesadaran Perlindungan Konsumen Keuangan Meningkat

Pasar saham domestik masih berada pada fase konsolidasi di Juni 2026, dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global dan penyesuaian (rebalancing) portofolio investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.643,19, terkoreksi 7,90 persen mtm atau 34,74 persen ytd. Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal dalam negeri secara umum Tetap manageable. 

 BACA JUGA:Kredit Bermasalah di Situbondo Tembus 28 Persen, OJK Sekarkijang Beri Warning

Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik di Juni 2026 berada di  level 1,75 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas pasar secara umum tetap terjaga (Mei 2026: 1,50 persen).

Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham tercatat sebesar Rp22,23 triliun (Mei 2026: Rp22,86 triliun).

Sumber: