Trenggalek, Memorandum.co.id - Kabupaten Trenggalek kembali mendapatkan kunjungan dari Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Dalam kunjungannya tersebut, Arumi Bachsin melakukan monitoring dan evaluasi penanganan masalah stunting serta tingkat kematian ibu dan bayi. Bertempat di pendopo Agung Manggala Praja Nugraha, kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini. Novita menyampaikan, angka stunting di Trenggalek berhasil ditekan dan mengalami penurunan hingga 25 persen. “Memang stunting tidak bisa untuk ditiadakan, namun kita terus berusaha untuk menekan dan kerja keras itu menuai hasil, tahun 2019 kemarin Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB berhasil meraih penghargaan juara 1 penanganan stunting terbaik," ucap Novita, Selasa (25/2/2020). Dikatakan Novita, berbagai program terpadu dengan melibatkan semua unsur, baik Pemerintahan maupun swasta dan kelompok masarakat digalakkan untuk menangani masalah stunting. Salah satunya melalui program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan, di mana perempuan didorong untuk lebih berdaya sehingga terjadi peningkatan kualitas keluarga. Dengan begitu, angka stunting dapat ditekan dengan sendirinya. "Penyebab stunting sendiri ada banyak faktor, seperti yang disampaikan oleh ibu Ketua PKK Jatim tadi, dan bisa berbeda di tiap daerah, bisa saja karena sanitasinya yang buruk, mungkin data yang disampaikan salah, pernikahan dini juga bisa," imbuhnya. Ibu 3 anak ini mengungkapkan, dengan adanya Program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua wanita, khususnya yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Hal-hal seperti ini yang mendorong lahirnya program Sepeda Keren dan Rumah Perempuan di Trenggalek, saya memperjuangkan ini karena banyak pendidikan di masyarakat yang belum dikuasai tentang apa itu pernikahan, apa itu pola asuh keluarga dan beberapa yang lainya,” kata Novita. Semetara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur,Arumi Bachsin mengatakan, ada perbaikan penanganan stunting di Trenggalek. Dalam kunjungan kerjanya tersebut juga melibatkan seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bakorwil Madiun dengan harapan saling bertukar pengalaman terkait dengan penanganan stunting. "Setelah kami melihat ke bawah, dari tahun-ke tahun sudah ada perbaikan, dan hasil peninjauan ini nantinya kita harapkan bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama karena pendekatan di daerah masing-masing berbeda-beda,” ungkap Arumi. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini menegaskan jika stunting bukan hanya disebabkan oleh gizinya yang kurang, tapi pola asuh dan sanitasinya baik. "Stunting bukan melulu soal gizi yang kurang melainkan, ada juga daerah-daerah yang gizinya bagus namun sanitasinya maupun pola asuhnya yang buruk, kita ingin melakukan pendekatan, setelah monitoring ini nanti kita akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, sebagai bahan masukan sehingga program intervensinya tepat,” pungkasnya.(ham)
Arumi Emil Kunker ke Trenggalek Bahas Stunting
Selasa 25-02-2020,14:10 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,11:11 WIB
Cemburu Picu Cekcok Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Selasa 27-10-2026,20:28 WIB
Pengurus KONI Kota Blitar Dikukuhkan, Siapkan Pemetaan Atlet Potensial Peraih Medali
Selasa 27-10-2026,13:26 WIB
Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Hukuman Mati
Selasa 27-10-2026,10:43 WIB
Jejak Sadis Suami Siri, Habisi Ibu dan Anak hingga Dibekuk di Jombang
Selasa 27-10-2026,11:50 WIB
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Pelaku Bakar Jasad Korban Selama Dua Hari Sebelum Digiling
Terkini
Rabu 28-10-2026,09:18 WIB
Psikolog Ubaya Bedah Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: Tidak Bisa Langsung Disebut Psikopat
Rabu 28-10-2026,08:53 WIB
Daya Beli Masyarakat Melemah, DJKN Jatim I Ungkap Tantangan Kejar Target Lelang 2026
Rabu 28-10-2026,08:33 WIB
Konsisten Berkarya, Sasya Arkhisna Kian Mantap Kuasai Skena Musik Pop Jawa
Rabu 28-10-2026,08:17 WIB
BRI BO Surabaya Pahlawan Jalin Kerja Sama Layanan Perbankan dengan RSUP Kemenkes Surabaya
Rabu 28-10-2026,07:58 WIB