Surabaya, Memorandum.co.id - Adanya bank gelap yang berkedok koperasi membuat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Surabaya geram. Untuk itu, dinas koperasi minta masyarakat berhati-hati. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat pemberitahuan kepada koperasi agar tidak beroperasi seperti layaknya bank. Ini menindaklanjuti surat edaran Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi UKM RI no:38/Dep.6/2019. “Memang ada beberapa koperasi di masyarakat yang dipakai kedok saja untuk menjalankan praktik seperti perbankan. Koperasi model seperti ini meminjamkan uang kepada orang yang membutuhkan,” kata Widoso Suryantoro, Minggu (12/1). Jika koperasi melayani seperti itu, masih lanjut dia, tidak boleh. Sebab koperasi yang betul hanya melayani anggota. Kalau melayani masyarakat banyak, namanya perbankan dan masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Praktik bank gelap berkedok koperasi ini, masih kata Widodo, itu seperti rentenir. Agar masyarakat tertarik dan percaya, mereka memakai nama koperasi. “Jadi mereka ini tidak memakai azas koperasi dan hanya namanya saja koperasi,” tegas dia. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang dirugikan bank gelap yang berkedok koperasi untuk melaporkan ke polisi dengan membawa bukti yang lengkap. Diakui nama-nama koperasi model seperti itu sendiri ada yang terdaftar pada dinas koperasi. Pihaknya sendiri tidak tahu jika dipakai praktek seperti itu. Maka, pihaknya memperingatkan koperasi tersebut dan bahkan sudah ditindak aparat kepolisian karena pidana. Sebab, masyarakat yang pinjam uang itu melaporkan karena bunganya sangat memberatkan. “Saya tidak bisa menjawab berapa banyak koperasi yang ditindak polisi karena polisi yang lebih tahu. Selama ini yang kita lakukan adalah pembinaan,” ungkap dia. Ia menammbahkan, koperasi harus melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) minimal setahun sekali. Jika tidak melaksanakan akan diberi peringatkan hingga tiga kali. Kalau tetap tidak melaksanakan RAT akan diserahkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sebab, badan hukum koperasi itu yang mengeluarkan adalah kementerian koperasi. “Kita laporkan kepada kementerian koperasi agar dihentikan dan disanksi,” ucap dia. Di Surabaya sendiri, Widodo mengungkapkan ada beberapa koperasi yang diperingatkan hingga diberhentikan oleh kementerian koperasi. Itu kebanyakan koperasi simpan pinjam. “Di Surabaya ada 1.700 koperasi. Yang melakukan RAT ada 800-an,” kata dia. Namun untuk 900 koperasi lainnya, Widodo menambahkan tidak di bawah pembinaan Dinas Koperasi Surabaya. Untuk koperasi yang memiliki anggota antarkota di bawah pembinaan Dinas Koperasi Jatim. Sedangkan yang anggotanya antarprovinsi, pembinaannya oleh Menteri Koperasi RI. (udi/rif/gus)
Waspadai Bank Gelap Berkedok Koperasi
Senin 13-01-2020,06:37 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,10:17 WIB
Progres Pelebaran Jalan Wiyung–Menganti Capai 21 Persen, Target Rampung Mei 2027
Kamis 05-11-2026,11:32 WIB
Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim dan Polres Blitar Inspeksi Angkutan Umum
Kamis 05-11-2026,10:43 WIB
Polresta Sidoarjo Ungkap 147 Kasus Narkoba Selama Agustus-Oktober 2026, 180 Tersangka Berhasil Diamankan
Kamis 05-11-2026,07:42 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Wilayah Kepung Kediri, Kapolres AKBP Wahyudin Latif Turun Langsung ke Lokasi
Terkini
Jumat 06-11-2026,07:15 WIB
Mayatnya Disembunyikan di Tumpukan Daun
Jumat 06-11-2026,06:53 WIB
Dukung Program Poliran, Kapolresta Sidoarjo Dorong Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Jumat 06-11-2026,06:39 WIB
Menuju Standar Emas CPOB BPOM RI, UDD PMI Jember Masuk Jajaran Elite Nasional
Jumat 06-11-2026,06:15 WIB
Irjenpol Slamet Uliandi Jadi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal, Ini Perannya
Jumat 06-11-2026,06:09 WIB