Gresik, memorandum.co.id-Aparat kepolisian berhasil membekuk komplotan jambret dan seorang penadah yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Gresik. Dua tersangka dihadiahi timah panas karena mencoba melawan petugas saat diamankan. Akhir - akhir ini, aksi jambret memang meresahkan masyarakat Kota Pudak. Jajaran Satreskrim Polres Gresik mengamankan tiga orang tersangka. Yakni pelaku jambret Hermanto (28) warga Kecamatan Glagah, Lamongan dan Ferry (28) asal Morokrembangan, Kecamatan Krembangan Surabaya. Dan satu orang penadah, Hari Budi Kurniawan (32) asal Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal. Surabaya. Setiap beraksi, komplotan jambret itu mengincar pengendara motor yang berboncengan. Sasarannya adalah korban yang meletakkan tas selempangdi samping. Dalam sekali beraksi para bandit itu bisa meraup keuntungan mencapai Rp 2 juta. Uang itu dipakai untuk kehidupan sehari - hari. Wakapolres Gresik Kompol Erika Purwana Putra mengungkapkan, komplotan itu berbagi peran dalam setiap aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan. Terakhir, mereka menggasak tas milik Nur Habibah (43) di Jalan Raya Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Gresik, 30 Juli lalu. Berisi HP, uang tunai, barang berharga dan kartu identitas. Mulanya, korban berboncengan motor bersama suaminya. Tiba - tiba mereka dipepet pengendara motor lain lalu merampas tas yang diletakkan di samping. "Komplotan ini berkeliling mencari sasaran. Setelah mendapat incaran, tersangka Ferry dan Hermanto mengendarai motor Suzuki Satria FU merampas tas korban lalu melarikan diri," ungkap Wakapolres Gresik, Kamis (24/8/2023). Korban mengalami kerugian Rp 5 juta dan langsung melapor ke kantor polisi. Beruntung, saat proses penyelidikan petugas berhasil mendeteksi keberadaan handphone korban di tangan Hari Budi. "Tersangka Hari Budi ini berperan sebagai penadah. Dari pengembangan kami menangkap dua tersangka lain yang bertindak sebagai eksekutor," beber Erika. Masih menurut Erika, pihaknya terpaksa harus melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap Hermanto dan Ferry dengan menembakkan timah panas terhadap dua jambret tersebut. "Lantaran melawan dan mencoba melarikan diri saat proses penangkapan. Sekarang tiga tersangka sudah diamankan di Polres Gresik," tutupnya. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menambahkan, tersangka eksekutor dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sedangkan penadah akan disanksi dengan pasal 480 KUHP. "Dengan ancaman hukuman masing-masing 7 tahun untuk eksekutor. Dan 4 tahun untuk penadah," bebernya. Alumnus Akpol 2015 itu juga tengah memburu komplotan jambret lainnya. Pasalnya, aksi kriminal tersebut marak terjadi di wilayah Kota Pudak dalam beberapa bulan terakhir. "Kami sudah menetapkan dua orang DPO. Mereka satu komplotan dengan tersangka yang telah kami amankan," pungkasnya.(and/har/ono)
Satroni Wilayah Gresik, Komplotan Jambret Didor
Kamis 24-08-2023,17:35 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-04-2026,08:17 WIB
Kasus BRI Kaliasin, Akademisi Unesa Ingatkan Kejari: Jangan Gegabah Panggil Kepala Cabang
Rabu 29-04-2026,08:20 WIB
John Herdman Panggil 23 Pemain untuk TC Timnas Indonesia Jelang AFF 2026
Rabu 29-04-2026,12:52 WIB
Tragedi Berdarah Wonokusumo, Pria Asal Sampang Tewas Dibacok, Pelaku Diduga Dua Orang
Rabu 29-04-2026,14:31 WIB
Tragedi Berdarah Wonokusumo, Kawanan Terduga Pelaku Sudah Mengintai Korban
Rabu 29-04-2026,07:32 WIB
Kuning-Kuning Persebaya Tetap Green Force
Terkini
Kamis 30-04-2026,06:01 WIB
Hidupkan Ekonomi Kota Lama Surabaya, 10 Regentstraat Hadirkan Narasi Sejarah Lewat Kuliner
Rabu 29-04-2026,21:37 WIB
Perluas Akses Pasar Lewat Produk Halal, UMKM Mojokerto Didorong Naik Kelas
Rabu 29-04-2026,21:19 WIB
Bersih Kelurahan Kepatihan Tulungagung Perkuat Tradisi dan Kebersamaan Warga
Rabu 29-04-2026,21:13 WIB
Putusan Gono Gini di Malang, Pembuat Akta Waris Sardo Swalayan Ditahan
Rabu 29-04-2026,20:36 WIB