Surabaya, memorandum.co.id-Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggandeng pemerintah Belanda untuk membantu mengatasi permasalahan banjir yang diakibatkan meluapnya Kali Welang di Pasuruan. Guna membahas detail proyek penanganan sungai Welang, Konsultan Witteveen Boos, Nuffic Neso dan AidEnvironment yang ditugaskan oleh Kementerian Investasi Belanda (RVO) melakukan rapat khusus dengan Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Rapat merumuskan implementasi masterplan yang telah dikerjakan pada fase 1 untuk mengatasi permasalahan banjir di Kali Welang Pasuruan. Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Jatim Baju Trihaksoro mengatakan, melibatkan Belanda dalam pengendalian banjir di Kali Welang ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama MoU Water Treatment antara Kementerian PUPR dan Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda. “Sebagai pilot project yaitu di Kali Welang Pasuruan,” terang Baju Trihaksoro usai rapat. Ia menyebutkan, proyek Kali Welang akan ada tiga kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pengendalian banjir. “Proyeknya akan ada tiga kegiatan di tahun ini mulai sektor hulu, tengah sampai hilir,” kata Baju. Penyusunan program perencanaan dalam masterplan ini akan disusun berdasarkan kearifan lokal dengan mendengarkan masukan dan juga saran dari masyarakat maupun masyarakat setempat. “Jadi nanti perencanaan pengembangannya mulai dijadikan konservasi, saranan edukasi maupun wisata di kali Welang,” kata Baju. Program pengendalian banjir dan juga pengembangan Kali Welang ini akan dilakukan dengan dana hibah dari Belanda, sebesar Rp 4 miliar. Program ini bakal dimaksimalkan dengan tujuan banjir di Kali Welang bisa teratasi dan potensi dari Kali Welang bisa tergarap. Terlebih jika terjadi banjir dari Sungai Welang selalu memberikan dampak signifikan. Hal senada juga disampaikan Team Leader Konsultan Witteveen Boos, Nuffic Neso AidEnvironment Victor Coenen. Ia mengatakan bahwa permasalahan di Kali Welang adalah masalah yang serius. Pihaknya telah melakukan kajian permasalahan Kali Welang mulai dari hulu hingga hilir. “Kita melihat permasalahan yang cukup ekstrem. Mulai dari sanitasi, banjir dan juga longsor. Maka dalam proyek ini kita mencoba mengurai dan merumuskan solusinya. Bahwa sudah saatnya kita mengambil langkah,” kata Victor. Salah satu yang menjadi prioritas adalah terkait erosi dan banjir. Oleh sebab itu rapat kali ini dilakukan agar implementasi pengendalian sungai bisa dilaksanakan secara tepat dan cepat. Termasuk mendengarkan masukan dan saran dari OPD terkait. “Kita ingin sungai dikelola secara baik sehingga mendatangkan manfaat, bukan mendatangkan bencana. Karena jika terkelola dengan baik pasti masyarakat akan merasakan kesejahteraan dari sungai Kali Welang,” pungkasnya. (day/ono)
Pemprov Jatim Gandeng Belanda Kendalikan Banjir Kali Welang
Selasa 08-08-2023,19:19 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 02-06-2026,06:10 WIB
EMAS NOW Rayakan Anniversary Pertama, Siap Ekspansi ke Asia Tenggara
Selasa 02-06-2026,10:19 WIB
Hore! Dana Banpol Parpol di Kota Madiun Segera Cair Rp948 Juta
Selasa 02-06-2026,08:11 WIB
Kepanikan Teror Pocong Meluas, Akademisi UMSura: Hoaks Bermuatan Mistis
Selasa 02-06-2026,12:25 WIB
Pemkab Tulungagung Anggarkan Perbaikan Lantai dan Lampu Indoor GOR Lembu Peteng
Selasa 02-06-2026,07:58 WIB
Teror Pocong di Bubutan Surabaya, Polisi: Indikasi Ulah Orang Iseng
Terkini
Selasa 02-06-2026,21:41 WIB
Kasus Oknum TNI, Keluarga Korban Lega Tidak Ada Tradisi Damai di Peradilan Militer
Selasa 02-06-2026,21:04 WIB
Kilang LPG Arsynergy Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Selasa 02-06-2026,20:54 WIB
Gegara LC Ketenangan Rumah Tangga Terusik (1): Sisa Aroma Parfum Wanita di Jas Suami
Selasa 02-06-2026,20:27 WIB
Jatanras Polda Jatim dan Jajaran Tangkap 319 Penjahat Jalanan Selama Mei 2026
Selasa 02-06-2026,20:21 WIB