Pasuruan, memorandum.co.id-Curhat masyarakat terkait Sitkamtibmas dan persoalan masyarakat kembali digelar Polres Pasuruan. Kali ini, curhat mendapat tanggapan dari Wakapolres Pasuruan, Kompol Hendry Ferdinand Kennedy. Acara Jumat Curhat dipusatkan di Pendopo Kantor Kelurahan Prigen, Jumat (28/07). Hadir dalam kegiatan tersebut, PJU Polres Pasuruan, Kapolsek Prigen, Danramil Prigen, Camat Prigen, Forkopimca Prigen, anggota Polsek Prigen, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Prigen. Salah satu yang mencuat dan dirasakan masyarakat adalah soal kelangkaan elpiji jenis Melon 3 Kg. Ketua LPM Prigen, Simon menanyakan terkait kelangkaan LPG subsidi 3 Kg tersebut. Dia meminta tindak lanjut dari pihak Polres Pasuruan terkait hal tersebut. "Sebenarnya apa penyebab kelangkaan LPG subsidi 3 kg ini, Pak. Karena para warga sangat kesulitan untuk membeli di toko maupun warung-warung terdekat. Kami mohon pihak Polres Pasuruan agar mampu menindaklanjuti persoalan ini," tanya Simon. Tentang hal ini, Wakapolres Pasuruan menjawab dengan ramah. “Memang ada beberapa wilayah yang mengalami kelangkaan subsidi LPG 3 kg. Dan pemerintah sudah melarang kepada rumah makan, perusahaan, pertambangan untuk menggunakan tabung gas LPG 3 kg,” cetus Wakapolres Kompol Hendry. Wakapolres juga meminta kerjasama warga semuanya. Artinya, kalau warga menemukan adanya beberapa perusahaan atau rumah makan besar yang menggunakan LPG 3 kg, maka wajib melaporkan ke petugas kepolisian. “Sehingga akan kami ditindak lanjuti," jawabnya. Kegiatan Jumat Curhat ini biasanya rutin digelar Polres Pasuruan. Acaranya pun bergantian dari kecamatan yang satu ke kecamatan lainnya. Acara di Prigen ini mendapat sambutan hangat dari Camat Prigen, Mulyono. "Terima kasih atas kehadiran Pak Wakapolres dan jajaran. Alhamdulillah, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Prigen terpantau aman dan kondusif,” urainya. Camat Mulyono juga menyampaikan, terkait angka pernikahan dini di wilayah Kecamatan Prigen sudah mulai rendah. Hal ini karena kesadaran dari masyarakat, bahwa pernikahan di bawah umur atau usia dini memiliki angka risiko yang besar. “Resiko itu bisa berupa kematian bayi lebih besar, bayi lahir dalam keadaan prematur, kurang gizi, stunting atau anak berisiko terkena hambatan pertumbuhan," ungkapnya. Wakapolres Pasuruan dalam sambutannya juga membalas ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang hadir dalam kegiatan Jumat Curhat di Prigen. “Semoga dengan kegiatan ini, Polres Pasuruan bisa memberikan solusi dari berbagai masalah yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Prigen," ucap Wakapolres. Kegiatan Jumat Curhat berakhir dan ditutup doa oleh tokoh agama setempat, ustadz H Sugeng. Kemudian acara dilanjutkan ramah tamah bersama di ruang pendopo kelurahan Prigen. (mh/ono)
Warga Adukan Soal Kelangkaan Elpiji Melon
Jumat 28-07-2023,20:51 WIB
Reporter : Eko Yudiono
Editor : Eko Yudiono
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,20:16 WIB
Sidang Ke-6 Maidi Madiun Cs (6): Saksi CV Sekar Arum Ungkap Pengerjaan TPA Winongo dan Dana CSR
Rabu 29-07-2026,19:25 WIB
RDP DPRD Surabaya Bahas Arisan Meow, Member Tuntut Pengembalian Dana Rp2,08 Miliar
Rabu 29-07-2026,19:55 WIB
Kabid Geologi dan Tanah Air ESDM Jatim Nyambi "Pungli Solo" Tanpa Sepengetahuan Pimpinan
Rabu 29-07-2026,21:20 WIB
Sidang ke-6 Maidi Madiun Cs (7): Kesaksian Rofieq dan CV Sekar Arum Perkuat Dakwaan JPU KPK
Rabu 29-07-2026,17:52 WIB
Hadapi PSMS Medan, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Tak Mau Terlena Kemenangan
Terkini
Kamis 30-07-2026,16:53 WIB
Dukung Produksi Padi, Irigasi Perpompaan di Pasuruan Melonjak Jadi 23 Titik
Kamis 30-07-2026,16:48 WIB
Diparkir Depan Ruko Panggungrejo Pasuruan, Honda Beat Disikat Maling
Kamis 30-07-2026,16:40 WIB
BRI Branch Office Magetan Perkuat Sinergi dengan Depo Pemeliharaan 60 Lanud Iswahjudi
Kamis 30-07-2026,16:35 WIB
Tim Stamarena Polri Gelar Asistensi Pelayanan Publik di Polresta Sidoarjo
Kamis 30-07-2026,16:28 WIB