Bandung, memorandum.co.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung dalam melakukan pengembangan BGSi dengan memberikan alat bantuan kepada SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati) ITB Bandung untuk mempermudah para ahli dalam proses penelitian. Alat bantuan yang diberikan Kemenkes berupa 1 Genome Sequencer (gridION), 2 Set Komputer, 3 Unit Sentrifuga dan 1 Unit Preparasi. “Salah satu alat bantuan yang diberikan Kemenkes yaitu Genome Sequncer (gridION), itu alat sequencing high throughput produksi dari Inggris yang teknologinya paling bagus. Tadi saya sudah lihat langsung jika alatnya sudah dipakai oleh teman-teman SITH,” ungkap Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin, dikutip Senin (24/7/23) Program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) merupakan bagian dari Transformasi Kesehatan pilar keenam mengenai Transformasi Teknologi Kesehatan dengan memanfaatkan informasi genomik manusia maupun virus dan bakteri. “Prof. Dr. Fenny membantu Kementerian Kesehatan untuk program BGSi, dimana beliau memiliki keahlian untuk melakukan Genome Sequencing hewan dan tumbuh-tumbuhan. Keahliannya ini kita manfaatkan agar bisa mempercepat kegunaan Bioteknologi Genome Sequencing terhadap manusia melalui alat yang sudah mereka miliki dari Kemenkes. Nantinya kita akan belajar langsung mengenai Genome Sequensing ini bersama RS PON dan instansi lainnya untuk pengembangan BGSi,” kata Menkes Budi. BGSi ini dapat membaca informasi genetik manusia tentang penyakit yang ada dalam tubuhnya, dengan demikian pencegahan dan pengobatannya pun akan lebih cepat dilakukan. “Jadi kalau pembelian obat-obat itu harus di sesuaikan dengan genetik dari pasiennya, pasien A belum tentu cocok dengan obat B, sedangkan pasien B mungkin cocok dengan obat B. Sedangkan saat ini, obat B diberikan keseluruh pasien. Dengan kita bisa mempelajari respon dari obat ini untuk genetik yang hampir berbeda-beda, kita bisa memberikan obat yang jauh lebih baik. Nah itulah dunia kedokteran masa depan yang namanya Whole Genome Sequencing (WGS),” tandas Menkes Budi. Sementara itu, Guru Besar SITH ITB Prof. Dr. Fenny Martha Diwvany, yang baru saja melakukan Orasi Ilmiahnya juga berharap jika penelitian dan keilmuannya ini dapat bermanfaat untuk perkembangan ilmu kesehatan. “Hari ini saya melakukan Orasi Ilmiah mengenai mengupas pascapanen buah pisang dari sudut pandang biologi molekuler. Selain studi pascapanen, studi yang kami lakukan saat ini ialah mengeksplorasi pisang sebagai sumber pangan fungsional atau protein anti virus, harapannya informasi mengenai kandungan senyawa yang dimiliki oleh pisang dapat bermanfaat khususnya dibidang kesehatan” tutup Prof Fenny. (*/Rdh)
Menkes Tinjau Alat Bantuan Pengembangan BGSi di SITH ITB
Senin 24-07-2023,17:16 WIB
Reporter : M Ridho
Editor : M Ridho
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,14:41 WIB
GMNI Jember Bongkar Gurita Politik dan Konflik Kepentingan di Balik SPPG
Minggu 19-04-2026,16:04 WIB
Tiga Kali Sidak Tetap Nekat Buka, Warga Kedung Baruk Tuntut Penutupan Permanen Casbar MERR
Minggu 19-04-2026,19:42 WIB
Joko Anwar Berencana Pensiun dari Dunia Film Demi Mencari Ketenangan Batin
Minggu 19-04-2026,14:22 WIB
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Gresik Mulai Bersiap Antisipasi Potensi Krisis Air
Minggu 19-04-2026,14:03 WIB
Gagal Bobol Rumah Warga, Motor Maling di Wonorejo Hangus Dipanggang Massa
Terkini
Senin 20-04-2026,13:20 WIB
Atasi Dana Tilang Mengendap, Dosen Kebijakan Publik UNAIR Desak Penerapan Sistem Automatic Refund
Senin 20-04-2026,13:16 WIB
Kawal Aspirasi Buruh, Polsek Gayungan Amankan Audiensi FSPMI Sidoarjo di Disnakertrans Jatim
Senin 20-04-2026,13:14 WIB
Pasar Tradisional Jombang Terancam Mati Suri, DPRD Soroti Minim Inovasi dan Sepi Pembeli
Senin 20-04-2026,13:11 WIB
Kurang Waspada Saat Pindah Lajur, Dua Honda Beat Terlibat Kecelakaan di MERR Kalijudan
Senin 20-04-2026,12:52 WIB