Pasuruan, memorandum.co.id - Sindikat penggelapan kendaraan Pikap berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Purwodadi. Petugas pun berhasil menangkap satu terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan di Mapolres Pasuruan. Terduga pelaku itu berinisial KH (45), warga Desa Lebakrejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Ia diamankan anggota unit reskrim Polsek Purwodadi, Kamis (20/7) lalu. Ia merupakan pelaku penggelapan dua unit kendaraan jenis pikap dengan modus sewa. Namun kendaraan pikap tersebut ternyata disalahgunakan alias digadaikan. Atas perbuatan tersangka itu petugas kemudian mengendus aksi kejahatannya. Polisi kemudian menjemput tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Petugas menunjukkan bukti laporan dua orang korbannya ke Polsek Purwodadi. Yakni, kasus penggelapan dua unit kendaraan pikap yang dilakukan tersangka. Saat diperiksa petugas, tersangka mengakui segala perbuatannya. Sebelumnya, petugas mendapat laporan dari korban Choirun Nisa Nurhayati (39). Warga Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malang ini mengaku menjadi korban KH. Kendaraan pikap Grand Carry bernopol N 8139 EL miliknya telah berpindah tangan. Mobil itu kemudian digadaikan kepada salah satu warga dari Kecamatan Sukorejo. Pikap tersebut digadaikan senilai Rp 25 juta. Bukan hanya itu. Petugas juga kedatangan Abdul Aziz (52), waga Desa/Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku menjadi korban kedua dari tersangka KH. Modusnya sama. KH menyewa pikap Grand Max nopol N 8018 TO miliknya. Namun kemudian oleh tersangka, mobil tersebut digadaikan ke salah satu warga Desa Ranggeh Kecamatan Gondangwetan. Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti menjelaskan, tersangka adalah seorang residivis pada kasus curanmor. Saat ini tersangka terjerat dalam kasus penggelapan kendaraan bermotor. "Tersangka sudah kita amankan bersama dengan barang buktinya di Polres guna untuk kepentingan penyidikan," jelas Kasat Reskrim pada Minggu (23/7). Pihak korban sebenarnya sudah beberapa kali menanyakan kasus hilangnya mobil ini kepada tersangka. Yakni, ketika tersangka belum melaporkan hal ini kepada pihak berwajib. Namun saat ditanya terkait kendaraan tersebut, tersangka selalu berbelit. Apalagi, ada indikasi terduga pelaku sempat menghilang dari rumahnya beberapa saat. Sehingga, pihak korban pun tidak ada pilihan lain. Selain harus melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Dari tangan tersangka, polisi sudah berhasil mengamankan kendaraan pikap dari penerima gadai. Oleh polisi tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP subs Pasal 372 KUHP. (kd/mh)
Gadaikan Pikap, Residivis Curanmor Dibekuk
Minggu 23-07-2023,18:01 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 15-10-2026,23:23 WIB
Dari Pekarangan Sempit Jadi Sumber Pangan, Warga Pagesangan Panen Lele 50 Kg
Kamis 15-10-2026,19:43 WIB
Mediasi Buntu, Just Yoga Belum Beri Kepastian soal Tunggakan Gaji Dua TKA dan Kerugian Member
Jumat 16-10-2026,02:00 WIB
PN Gresik Tunda Eksekusi Lahan Lelang 2,7 Hektare di Bungah, Akses Masuk Terhalang
Kamis 15-10-2026,20:42 WIB
Pemkot Surabaya Tak Larang Edukasi Mainan Tradisional, Atur Penggunaan Trotoar CFD Tunjungan
Kamis 15-10-2026,21:01 WIB
Dapur MBG di Jombang Didorong Penuhi Standar Keamanan Pangan melalui Sertifikasi HACCP
Terkini
Jumat 16-10-2026,14:05 WIB
Ditolak Penjaga Lahan saat Minta Akses Tanah Sendiri, Cak Ji Turun Tangan
Jumat 16-10-2026,13:22 WIB
Jalin Silaturahmi, Kapolsek Ranuyoso Ngopi Bareng Kabiro Memorandum Lumajang
Jumat 16-10-2026,13:15 WIB
Nekat Buka Lapak Usai Digerebek, Polisi Putus Aliran Listrik di Kampung Ambon
Jumat 16-10-2026,13:11 WIB
Kapolda Jatim Dekananto Eko Purwono Tekankan Integritas dan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Jumat 16-10-2026,13:08 WIB