Gresik, memorandum.co.id - Berbagai persiapan terus dimatangkan jajaran Polres Gresik jelang pengesahan warga baru PSHT. Utamanya terkait keamanan dan kerawanan kamtibmas yang berpotensi terjadi. Kepolisian mengimbau agar para pesilat tidak mengadakan konvoi yang bisa memicu gesekan dengan perguruan silat lain. Seperti diketahui, bulan Muharram atau Suro menjadi momentum tahunan perguruan silat PSHT untuk melakukan pengesahan warga baru. Termasuk di Kabupaten Gresik. Tahun ini, terdapat 544 calon warga yang bakal disahkan di Padepokan Asem Pandan, Kecamatan Cerme pada Jumat (21/7) mendatang. Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengajak pengurus serta warga PSHT Cabang Gresik untuk memastikan pengesahan berjalan lancar. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi bersama instansi lain terkait dan unsur internal PSHT. Berbagai potensi gangguan sudah dipetakan. Antara lain, pemberangkatan dan selesai acara pulang ke wilayah masing - masing akan dilaksanakan dengan kendaraan R4 yang tertutup dan dikawal oleh personel Pamter dan dibantu kepolisian. Setiap Ranting akan ada pendampingan dari pengurus. Serta setiap desa akan dilibatkan 2-4 personel Linmas. AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan ada beberapa atensi oleh bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto. Pertama, mengharapkan kegiatan dapat direncanakan dengan sebaik - baiknya. Upayakan memanajemen terkait media sosial dan lakukan dengan bijak. Atensi ini dikhususkan seluruh Jawa Timur. "Jadikan kegiatan pengesahan ini menjadi kegiatan yang positif. Dengan adanya kegiatan ini kami akan bersinergi dengan instansi / stakeholder terkait, agar menciptakan suasana yang aman dan kondusif," ujar Kapolres AKBP Adhitya saat memberikan arahan, kemarin. Alumnus Akpol 2002 tersebut menyarankan Ketua PSHT Cabang Gresik untuk memberi imbauan lewat media sosial yang ditujukan kepada massa penggembira agar tidak datang ke acara pengesahan calon warga baru PSHT tingkat I tahun 2023 khususnya di Kabupaten Gresik. "Kami juga minta agar tidak ada konvoi," tegasnya. Ketua Pamter Cabang Gresik Herlambang mengatakan dalam pengamanan secara global menyasar sekitar perbatasan wilayah bergabung dengan Pamter cabang lain. Pihaknya juga sudah membentuk koordinator pengamanan di setiap wilayah mulai dari Ring 1 hingga Ring 3. "Harapannya pengesahan warga baru berjalan aman, lancar dan terkendali. Kami berharap sinergitasnya," ucapnya. Kabag Ops Polres Gresik Kompol Andria Diana Putra mengatakan yang perlu diatensi bersama adalah kehadiran penggembira, ini akan menimbulkan potensi gesekan yang bisa menimbulkan kerawanan Kamtibmas. Oleh karenanya diperlukan koordinasi dan pengamanan agar tidak terjadi bentrok. "Kami harapkan tentunya untuk memberikan pengamanan berjalan dengan lancar dan aman sehingga tidak ada efek lain. Tidak ada kegiatan konvoi, karena konvoi adalah awal terjadinya gesekan atau terjadinya suatu tindak pidana. Untuk penempatan dan jumlah personel pengamanan tentunya harapan kami dalam penempatan ploting agar di maksimalkan," paparnya.(and/har)
Polisi Minta Tak Ada Konvoi di Pengesahan Warga Baru PSHT Gresik
Kamis 20-07-2023,09:33 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,15:41 WIB
Ledakan Misterius Guncang Masjid di Patrang, Kapolda Jatim Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Selasa 17-03-2026,18:39 WIB
Tips Pilih Jam Berangkat Mudik Motor 2026: Mengapa Jam 3 Pagi Lebih Efektif Hindari Macet dan Dehidrasi?
Selasa 17-03-2026,20:20 WIB
Pesta Sound Horeg Tanpa Izin di Jombang Diseret ke Meja Hijau
Selasa 17-03-2026,19:46 WIB
THR Belum Cair Jelang Lebaran 2026? Ini Cara Lapor ke Posko THR Kemnaker Secara Online
Selasa 17-03-2026,15:18 WIB
Imigrasi Surabaya Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026, Kakanwil Ditjenim Jatim Tinjau Kesiapan Petugas
Terkini
Rabu 18-03-2026,13:51 WIB
Polres Ngawi Ungkap 177 Kasus dalam Operasi Pekat Semeru 2026
Rabu 18-03-2026,13:29 WIB
Kapolres Ngawi Berikan Bingkisan dan Salurkan Zakat Fitrah Anggota untuk Masyarakat
Rabu 18-03-2026,13:07 WIB