Gresik, memorandum.co.id - Tiga pesilat di Kabupaten Gresik yang menjadi tersangka pengeroyokan 'bebas' dari penjara setelah polisi memberikan penangguhan penahanan. Penangguhan ini disebabkan masa penahanan 60 hari sudah habis namun berkas perkara tidak kunjung lengkap atau P21. Informasi yang dihimpun, para tersangka itu adalah MAS (19), RD (19) dan RH (20) asal Desa Boboh, Kecamatan Menganti. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap MI (20) di Jalan Leker Rejo, Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme pada 20 April 2023 lalu. Korban dari Desa Hendrosari, Menganti. Penangguhan penahanan tiga pesilat itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan. Para tersangka keluar dari rumah tahanan Polres Gresik Selasa (20/6/2023). "Bukan dibebaskan ya, kita lakukan penangguhan. Karena berkas belum P21," katanya, Rabu (21/6/2023). Aldhino menyebut pihaknya sudah melengkapi berkas perkara tapi masih belum dinyatakan P21 juga. Sedangkan masa penahanan habis. Sehingga dilakukan penangguhan penahanan terhadap MAS, RD dan RH. Namun yang pasti, proses hukum terus berlanjut. Dikatakan, berkas yang dikirim penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik tak kunjung dinyatakan P21 atau lengkap. Padahal, pelimpahan tahap I dilakukan pada tanggal 19 Mei 2023. Kemudian tanggal 31 Mei 2023, P19 pertama sudah keluar, Polisi baru menerima berkas tersebut pada tanggal 7 Juni 2023. "Berselang lima hari, sekitar tanggal 12 Juni, kita lakukan pengembalian berkas kembali. Kemudian tanggal 15 Juni 2023 jaksa mengembalikan P-19 kedua. Setelah kita lengkapi, kita kembalikan lagi tanggal 19 Juni 2023. Dan sampai saat ini belum P21 juga," tambah lulusan Akpol 2015 tersebut. Karena tersangka sudah menjalani penahanan selama 60 hari, mau tidak mau harus dibebaskan. Sembari menunggu berkas dinyatakan lengkap. "Masa penahan para tersangka sudah habis, gak bisa kita tahan terus, terpaksa kita pulangkan, tapi perkara tetap lanjut," tegasnya. Untuk diketahui, pengeroyokan itu terjadi di Jalan Raya Leker Rejo Desa Dadap kuning Kecamatan Cerme, Gresik pada 20 April 2023 lalu. Korban saat itu dibonceng temannya tiba - tiba berhadapan dengan rombongan pesilat sekitar 50 sepeda motor sedang melakukan konvoi dengan menutup jalan raya. Kemudian sepeda motor yang korban tumpangi berhenti di pinggir jalan. Rombongan itu melihat teman korban memakai kaos perguruan silat lait. Alhasil keduanya dikeroyok bersama - sama. MI mengalami luka lebih parah dibanding temannya. Sepeda motornya juga rusak parah.(and/har)
Tiga Pesilat di Gresik Tersangka Pengeroyokan “Bebas” Gegara Berkas Tak Kunjung Lengkap
Rabu 21-06-2023,12:11 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 15-10-2026,02:09 WIB
PAD Parkir Kota Pasuruan Tembus Rp 70 Juta per Bulan, Dishub Ubah Skema Setoran Jukir
Rabu 14-10-2026,22:13 WIB
DBHCHT Kota Blitar 2026 Capai Rp 17 Miliar, Pemkot Tekankan Penggunaan Tepat Sasaran
Kamis 15-10-2026,06:46 WIB
Rumah Tak Layak Huni di Kota Madiun Masuk Desil 9, Bagus Panuntun Minta Data Riil Jadi Acuan
Kamis 15-10-2026,01:04 WIB
Gotong Royong TNI dan Warga Warnai Pembangunan Jembatan Garuda di Wonokerto
Rabu 14-10-2026,23:07 WIB
Pakar Hukum Unair Bongkar Celah RUU Migas, Risiko Pidana Direksi Disorot
Terkini
Kamis 15-10-2026,19:52 WIB
Lima Hari Menjabat, Kapolres Mojokerto Ungkap 11 Kasus Pencurian, Motor Korban Dikembalikan Gratis
Kamis 15-10-2026,19:46 WIB
Kasus TPPU PT GTI, Korban Sebut Investasi Rp170 Miliar Belum Kembali di PN Surabaya
Kamis 15-10-2026,19:43 WIB
Mediasi Buntu, Just Yoga Belum Beri Kepastian soal Tunggakan Gaji Dua TKA dan Kerugian Member
Kamis 15-10-2026,19:39 WIB
Polisi Tes Urine 28 Pengunjung dari Dua Tempat Hiburan di Kediri, Satu Positif Narkoba
Kamis 15-10-2026,19:18 WIB