Surabaya, memorandum.co.id - BNN Kota Surabaya diundang Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat pansus membahas raperda tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GNPN), Selasa (20/6/2023). Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Surabaya, Anto menyebut bahwa ini sebagai bentuk kolaborasi BNN dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Mengingat adanya keterbatasan sumber daya yang BNN miliki, baik sumber daya manusia ataupun anggaran. "Kita perlu membangun sebuah terobosan dengan dukungan regulasi-regulasi dari Pemkot Surabaya. Supaya P4GNPN bisa terstruktur, terintegrasi dengan program-program pemkot," katanya. Harapannya apabila adanya dukungan dari pemkot, program Desa Bersinar (bersih narkoba) ada kenaikan. Ia menyampaikan bahwa di Surabaya ada 154 kelurahan sampai saat ini yang terbangun baru 7. Artinya jika 154 tiap tahun hanya 2, butuh 70 tahun program Desa Bersih semua kelurahan di Kota Surabaya baru terbentuk. "Ini kan butuhkan suatu akselerasi sehingga dengan perda nanti ada sebuah loncatan-loncatan program kegiatan sebagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah kota," ucapnya. Mengenai draf atau materi yang diusulkan dalam perda, BNN Kota Surabaya cukup banyak yang diusulkan. Bagaimana nanti ditempatkan hiburan malam BNNK melakukan pencegahan-pencegahan secara terintegrasi dengan pemkot yaitu dengan dinas pariwisata. "Sehingga dengan adanya sebuah perda ini memang nantinya kami siapkan pasal-pasal sebagaimana dukungan program yang ada di BNN itu," ucapnya. Ia mengungkapkan bahwa banyak warga kota Surabaya yang datang ke BNN dalam rangka untuk meminta assesmen. Tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang sangat mendasar sehingga para pecandu atau pengguna di arahkan sesuai dengan tingkat kecanduannya. Anto juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya BNN Kota Surabaya yang minim anggaran yaitu dengan berkolaborasi dan meminta dukungan pemkot melakukan regulasi ini. Dukungan pemkot melalui OPD yaitu melakukan pencegahan. Pencegahan itu dengan menghadirkan narasumber dari BNN. "Harapan kami ke depan agar bisa kolaboratif, kegiatan itu bisa terstruktur kemudian terintegrasi dengan kebijakan dan strategi program yang ada di Kota Surabaya," ucap Anto. Bukan hanya soal anggaran, menurut Anto raperda ini sebuah kewajiban sebagaima amanah daripada permendagri. "Nah minimnya anggaran kami juga tidak bisa menyampaikan karena anggaran kami dari pusat," pungkasnya. (rid/gus)
BNN Kota Surabaya Berharap Program Desa Bersinar Ada Kenaikan Anggaran
Rabu 21-06-2023,08:32 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 08-11-2026,14:08 WIB
Perjalanan Dita Anesya Solois Asal Kalisat Jember, dari Panggung Lokal Hingga Album Satu Pesan
Minggu 08-11-2026,07:20 WIB
Silaturahmi Kebangsaan Bersama Wakil Rais Aam PBNU: Merawat Harmoni, Menyemai Simfoni Peradaban
Minggu 08-11-2026,21:05 WIB
Mendhak Sanggring Lamongan Luncurkan Udeng Semolo Gandring, Dorong Pelestarian Budaya dan UMKM
Minggu 08-11-2026,10:34 WIB
Langgar Jam Operasional di Kalianak dan Karang Tembok, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Tindak 15 Truk
Minggu 08-11-2026,14:27 WIB
Polda Jatim Ajak Jemaat Jaga Keluarga dari Bahaya Narkoba Lewat Minggu Kasih di GKI Rungkut Asri
Terkini
Senin 09-11-2026,00:00 WIB
Kiai Sepuh di Pasuruan Sampaikan Lima Seruan Kebangsaan soal Penyadapan Prabowo
Minggu 08-11-2026,23:06 WIB
TPS Perkuat Kesiapsiagaan Petugas Operasional Surabaya Lewat Pelatihan Basic Life Support
Minggu 08-11-2026,22:46 WIB
Ribuan Akun WhatsApp dan Telegram Dijual ke Jaringan Judi Kamboja, Pakar Hukum Desak Bandar Dibongkar
Minggu 08-11-2026,21:41 WIB
Penyalahgunaan NIK dan Kartu SIM Ancam Data Pribadi, Pakar Hukum UmSura Minta Negara Bertindak
Minggu 08-11-2026,21:05 WIB