Sumenep, Memorandum.co.id - Di akhir musim garap tahun ini, harga garam petani rakyat di Kabupaten Sumenep anjlok mencapai Rp 200.000 perton. Untuk menjual sesuai harga yang diinginkan petani kembali memilih menimbun hasil panen.[penci_ads id="penci_ads_4"] Salah seorang petani asal Desa karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Busaid (58) mengatakan, anjloknya harga garam tahun 2019 terjadi sejak awal garap. Saat itu berkisar Rp 1 juta, hingga Rp 750 perton, kemudian di puncak panen turun Rp 300 ribu perton. Dibandingkan tahun 2018 lalu, awal musim garap harga garam petani mencapai Rp 4 hingga 3 juta perton, pada puncak panen turun Rp 2,5 juta hingga Rp 2 juta perton. Sedangkan diakhir musim garap harga turun mencapai Rp 750 perton. "Akhir panen tahun ini harga garam sangat anjlok perton Rp 200 ribu masih kotor belum dipotong ongkos dan karung," ungkapnya, Rabu (11/12). Anjloknya harga garam diakhir panen tahun ini yang mencapai Rp 200 ribu perton, tidak hanya membuat petani garam rakyat merugi. Melainkan harga itu tidak sesuai dengan harga keinginan petani. Sebagai petani, Busaid tidak tahu pasti penyebab anjloknya harga garam tahun ini. Namun berdasar kabar yang beredar di kalangan petani harga anjlok disebabkan adanya garam impor.[penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="left" withids="" displayby="tag" orderby="rand"] Kendati demikian, petani tetap optimistis harga kembali normal maka sebagian besar petani berinisiatif menimbun hasil panen untuk dijual pertengahan atau menjelang musim kemarau tahun depan. "Kami berharap harga nanti kembali normal meski tidak seperti dua tahun lalu, yang harganya cukup mahal," harapnya. Direktur Utama (Dirut) PT Garam Budi Sasongko mengaku, pihaknya saat sekarang tengah mengawal harga garam yang layak minimal seribu lima ratus perkilo. Harga tersebut, dinilai layak dan saat sekarang sedang diperjuangkan PT Garam ke Pemerintah pusat. "Harapan kami kepada pemerintah pusat, karena ini keputusan politik dan DPR komisi IV mendukung sudah mendukung kok," katanya. Ditambahkan, saat sekarang pengaraman nasional sedang membutuhkan solusi. Maka untuk mencari solusi political will harus mendukung, termasuk impor yang harus juga menyerap hasil garam dalam negeri. (uri/sr)
Akhir Musim, Harga Garam Petani Anjlok
Kamis 12-12-2019,07:16 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 07-10-2026,21:03 WIB
Polres Kediri Ungkap Kasus Bayi Tewas dan Aborsi di Pare-Pagu, 4 Tersangka Diamankan
Kamis 08-10-2026,12:35 WIB
21 Pejabat Eselon II Tulungagung Dirombak, Ahmad Baharudin Minta Langsung Gas Kerja
Kamis 08-10-2026,10:14 WIB
Pemkab Madiun Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Bebaskan Lahan Pembangunan Delta di Caruban
Rabu 07-10-2026,22:59 WIB
Kick Off PMB Gen 27, UMM Siapkan 10 Beasiswa dan Beragam Kemudahan
Rabu 07-10-2026,21:02 WIB
Lima Tahun Pascamerger Pelindo, TTL Pangkas Waktu Tunggu Kapal hingga 1,83 Jam
Terkini
Kamis 08-10-2026,20:50 WIB
Imigrasi Blitar Deportasi WN Jepang karena Overstay, Terungkap Saat Mengurus Izin Tinggal
Kamis 08-10-2026,20:42 WIB
Pengacara Toni Ahmadi Minta Hukuman Ringan dalam Sidang Korupsi di Surabaya
Kamis 08-10-2026,20:41 WIB
Blar-Blar Mega Carnival Desa Dukuh Kediri Angkat UMKM dan Potensi Desa Wisata
Kamis 08-10-2026,20:38 WIB
Sewa 26 Set Scaffolding, Pria Kupang Segunting Malah Jual ke Sidoarjo
Kamis 08-10-2026,20:35 WIB