Pasuruan, Memorandum.co.id - Dugaan kasus pungli dari program redistribusi tanah di Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan akhirnya masuk ke tahap penyidikan. Setelah sebelumnya, kasus tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh bidang intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan di Bangil. Masuknya kasus ini ke tahap penyelidikan disampaikan oleh Kasi Intel Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Agung Tri Radityo. Menurut Agung, kasus ini sudah diperiksa dan sesuai dengan dua alat bukti sebagai bukti permulaan yang cukup. Sehingga, pihak kejaksaan memutuskan menaikkan tahapan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Tahapan penyidikan itu tertuang dalam surat keputusan nomor Prin-03/M.5.41/Fd.2/05/2023 per tanggal 5 Mei 2023. Kasus ini awalnya sempat dilaporkan oleh pegiat LSM, Lujeng Sudarto pada Februari lalu ke Kejaksaan. Kasus program redistribusi tanah ini mencuat pada akhir 2022 lalu. Dalam pelaksanaannya, diduga ada pungli dari pihak pemerintahan desa. Seharusnya warga hanya yang mengikuti program redistribusi tanah hanya membayar Rp 150 ribu, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Yakni Menteri ATR, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa. Namun, pada kenyataannya pemerintah desa menarik biaya kepada warga yang mengikuti program redistribusi tersebut dengan nominal Rp 2.000 per meter persegi. Sehingga jumlah keseluruhan biayanya yang harus dibayarkan sesuai dengan luas lahan yang akan digarapnya. Dengan besarnya biaya yang harus dibayarkan warga ke pihak pemerintah Desa Tambaksari dugaan pungli yang mengarah pada korupsi semakin besar. Dengan naiknya kasus tersebut ke tahap penyidikan, maka Kejaksaan dituntut untuk segera menetapkan tersangka kasus korupsi dari program tersebut. "Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 37 orang. Dan Selasa (9/5) kemarin, ada 7 orang dari BPN dan DPMPD Kabupaten Pasuruan juga kita periksa," jelas Agung Tri Radityo, Rabu (10/5). Untuk nominal jumlah uang yang diduga menjadi bancakan korupsi sementara ini terhitung sebesar Rp 2,8 miliar. Namun sejauh ini, pihak kejaksaan sendiri masih belum mau menyebutkan nama yang nantinya akan menjadi tersangka. (kd/mh/gus)
Kasus Redistribusi Tanah Tambaksari Naik Penyidikan
Kamis 11-05-2023,07:40 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 30-05-2026,08:31 WIB
Kawal Gizi, Pemkab Jember Sisir 209 Dapur Pelayanan secara Door to Door
Sabtu 30-05-2026,12:54 WIB
Safari Religi Naik Vespa Klasik, Meriahkan Hari Jadi Kota Madiun ke-108
Sabtu 30-05-2026,08:16 WIB
Bicara Soal MBG, Camat Mumbulsari: Ini Masalah Nyawa Anak-anak, Jangan Tunggu Ada Kasus
Sabtu 30-05-2026,14:13 WIB
Bukan Hanya Sehat, Teh Hijau Bisa Berisiko bagi Kelompok Ini! Simak Faktanya
Sabtu 30-05-2026,12:12 WIB
Kejari Sampang Bantah Isu Barang Bukti Sabu Tak Terbukti, Jaksa Pastikan Positif Metamfetamina
Terkini
Sabtu 30-05-2026,21:18 WIB
Polisi Kota Malang Berbagi Daging Kurban, Pererat Sinergi dengan Wartawan
Sabtu 30-05-2026,21:03 WIB
Pentas Budaya Meriahkan HJL Ke-457, Ketua DPRD Ajak Lestarikan Budaya Lamongan
Sabtu 30-05-2026,20:57 WIB
Dandim Situbondo Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Tuntas Tepat Waktu
Sabtu 30-05-2026,19:54 WIB
Kabupaten Lumajang Raih WTP 8 Kali Berturut-turut dari BPK RI
Sabtu 30-05-2026,19:27 WIB