SURABAYA - Satu muncikari prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa Angel, ditangkap di Jakarta. Muncikari tersebut diketahui bernama Fitria (32), dan langsung ditetapkan tersangka oleh penyidik. “Kita lakukan penangkapan terhadap Fitria yang sebelumnya dihalang-halangi oleh saudaranya, W, untuk datang ke Mapolda Jatim. Sehingga kita melakukan penangkapan ke Jakarta," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Selasa (15/1). Barung mengatakan, dengan ditangkapnya Fitria ini nantinya akan terbongkar siapa saja muncikari yang melakukan barter anak buahnya. Karena para muncikari ini diakui saling berhubungan aktif. Barung mencontohkan, jika satu muncikari tidak memiliki endorse, maka mereka akan saling bertukar endorse (artis yang dimiliki muncikari, Red). "Mereka ini saling bertukar endorse. Jika satu tidak punya, maka mereka akan saling berhubungan dan menyepakati barter anak buah," tambah Barung. Dalam kasus ini ditegaskan Barung, bila Fitria langsung ditetapkan menjadi tersangka. "Sudah, dia (Fitria, Red) sudah tersangka," imbuh Barung. Terpisah, kasus prostitusi online artis ikut membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim angkat bicara. Selain memberikan dukungan terhadap Polda Jatim yang mengungkap kasus tersebut, MUI berharap pemerintah segera membuat dan melengkapi undang-undang, yang juga menjerat pria hidung belang (pembeli, Red) berikut pekerja seks komersial (PSK) alias pelaku prostitusinya. "Kami mengimbau kepada DPR dan kepada para politisi dan negarawan, kalau di negeri ini belum ada undang-undang untuk mengatasi masalah ini (prostitusi,Rred)," kata Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori saat ditemui di Mapolda Jatim, Selasa (15/1). Kiai Somad, panggilan akrab KH Abdusshomad Bukhori menjelaskan, selama ini yang kerap menjadi tersangka hanyalah muncikarinya saja. Sedangkan menurut penilaiannya, seluruh pihak yang terlibat baik itu PSK hingga pengguna layanan, harusnya juga diproses. "Hanya saja saat ini hanya muncikarinya yang kena jeratan hukum. Harusnya pelaku prostitusi, maupun wanita yang dipesan mestinya ikut diproses," tegas Kiai Somad. Diakui Kiai Somad, Indonesia memang Negara Pancasila yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM). Namun, dia menegaskan jangan sampai semua hal dihubung-hubungkan dengan HAM lantaran juga memiliki batasan. "Pancasila jangan sampai disekulerkan misalnya zina tidak ada masalah karena itu HAM. Semestinya HAM harus ada aturannya ketika melanggar moral, agama, masalah undang-undang, itu tidak boleh dan ada batasannya," pungkas Kiai Somad. (tyo/nov)
MUI Jatim : Jerat Pelaku dan Pembeli
Rabu 16-01-2019,09:14 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 20-07-2026,17:46 WIB
Sidang ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (4): Jariyanto Sebut Fee Proyek Dikoordinir Rofieq, Perintah dari Suwarno
Senin 20-07-2026,21:35 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Kediri dan Kejari Nganjuk Perkuat Sinergi Dukung Keberlanjutan Program JKN
Senin 20-07-2026,20:05 WIB
Eksepsi Ditolak, Dua Eks Bankir Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Lanjut Diadili
Senin 20-07-2026,18:49 WIB
Pemotor Lansia Tertimpa Roda Kontainer Meletus di Jalan Kenjeran Surabaya Berakhir Damai
Senin 20-07-2026,21:13 WIB
Kapasitas Menyusut, Pemkab Lamongan Jadwalkan Pengerukan Waduk Gondang Agustus 2026
Terkini
Selasa 21-07-2026,16:49 WIB
Polsek Selorejo Tingkatkan Patroli Bank untuk Perkuat Keamanan di Blitar
Selasa 21-07-2026,16:43 WIB
Warga Dermo Bangil Tolak Keberadaan Rumah Doa Diduga Ilegal
Selasa 21-07-2026,16:36 WIB
Rekrutan Anyar Persebaya Dikritik, Bernardo Tavares Ungkap Kondisi Pemain Asing
Selasa 21-07-2026,16:30 WIB
Geruduk Kejati Jatim, BEM Nusantara Desak Febri Ardiansyah Ditangkap dan Diadili
Selasa 21-07-2026,16:24 WIB