Surabaya, memorandum.co.id - Penyidik Perlindungan dan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kejar target dengan memeriksa 10 saksiterkait dugaan pencabulan di madrasah ibtidaiyah (MI) di kawasan Kapas Madya. Sebanyak 10 saksi yang terdiri dari wali murid dan siswa yang menjadi korban oknum guru inisial AR. "Kami sudah memeriksa 10 saksi," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Wardi Waluyo, Rabu (22/2). Selanjutnya, kata Wardi, pihaknya akan memanggil kepala MI , Alaika Habibur Rachman, untuk dimintai keterangan terkait dugaan pencabulan tersebut. "Besok (hari ini,red) kepala sekolah akan kami panggil untuk diperiksa," ungkap Wardi. Informasinya, penyidik selain memeriksa 10 saksi, juga melakukan visum dan mendampinginya siswa bersama psikolog. Bahkan petugas juga menyita barang bukti di sekolahan. "Kami juga visum para korban dan barang hasduk," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Karangpilang ini. Wardi mengungkapkan, pihaknya kini fokus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Posisi keberadaannya sudah diketahui dan diawasi oleh anggota PPA. Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut terjadi di ruang transit guru saat pelajaran indra perasa pada Sabtu (11/2). Ternyata, terduga pelaku tindakan tidak senonoh terhadap para murid. (rio)
Kasus Pencabulan Oknum Guru, Polisi Periksa 10 Saksi
Rabu 22-02-2023,19:51 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 27-09-2026,06:30 WIB
Hasut, Film Horor Psikologis Rachel Amanda Tayang 8 Oktober 2026
Minggu 27-09-2026,07:55 WIB
Sumur Warga Mengering, 50 Desa di Trenggalek Dilanda Kesulitan Air Bersih
Minggu 27-09-2026,13:35 WIB
Temukan ART Didenda Rp3,5 Juta oleh Penyalur Ilegal, Eri Cahyadi Perintahkan Periksa 12 Agency
Minggu 27-09-2026,07:31 WIB
Ghost in the Cell Joko Anwar Raih Best Picture Fantastic Fest 2026, Tembus 148 Negara
Minggu 27-09-2026,12:11 WIB
Lawan Petugas Pakai Celurit, Pelaku Curanmor Asal Bangkalan Ditembak Polsek Sukolilo
Terkini
Senin 28-09-2026,03:00 WIB
TNI Sita Delapan Senjata SS1 P1 dari Kelompok Bersenjata di Papua
Senin 28-09-2026,01:00 WIB
Panglima TNI Tegaskan Penanganan OPM di Papua Harus Kolaboratif
Minggu 27-09-2026,21:24 WIB
Jurnalis Hilang 20 Hari di Anak Krakatau, Keluarga Bagus Khoirunas Gelar Salat Gaib
Minggu 27-09-2026,21:17 WIB
Gangster Anak Kerap Berulah di Surabaya, Ahli Hukum Minta Orang Tua Tak Lepas Tangan
Minggu 27-09-2026,21:08 WIB