Lamongan, memorandum.co.id - Kabar akan dibangunnya jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik disambut banyak pihak. Melintasi tiga wilayah pantura, jalan bebas hambatan ini memiliki panjang kurang lebih 73 kilometer dengan 37,8 kilometer diantaranya melintasi Kabupaten Lamongan. Memiliki jalur terpanjang yang dilewati jalur Tol, Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengusulkan adanya penambahan simpang susun/exit tol yang terhubung di ruas jalan Sukodadi-Paciran. Hal ini dilakukannya untuk mengakomodir dan menghubungkan jalan nasional arteri primer Surabaya – Lamongan – Widang – Tuban dengan jalan nasional kolektor primer Lohgung – Sadang (Jalan Raya Daendels) serta merupakan akses menuju wisata ( Wisata Bahari Lamongan Dan Makam Sunan Drajat), Industri Pengolahan Hasil Perikanan, Tempat Pelelangan Ikan Brondong, Lamongan Shorebase, Pelabuhan ASDP, Industri Perkapalan dan masih banyak lainnya. “Kami ada beberapa usulan dalam perencanaan pembangunan tol. Apalagi daerah kami sedang gencar-gencarnya tumbuh di bidang industri dan kami mempunyai potensi wisata yang sangat luar biasa terutama di wilayah utara. Untuk itu selain simpang susun di wilayah Babat dan Lamongan, Kami mengusulkan penambahan exit tol yang terhubung ke ruas jalan Sukodadi-Paciran untuk mendukung potensi yang kami miliki seperti surat usulan yang telah kami kirimkan sebelumnya,” ucap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Proyek KPBU Jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR secara zoom meeting di Ruang Command Center, Jumat (17/2). Dalam diskusi bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini dan tim proyek Tol, Pak Yes juga mengusulkan pergeseran akses simpang susun yang semula berada di Desa Kebalandono/Datinawong untuk digeser ke arah Babat tepatnya di Desa Plaosan. Hal ini dikarenakan area tersebut terkoneksi langsung dengan jalan arteri primer nasional (Surabaya-Lamongan-Widang-Tuban) dan jalan provinsi Babat-Jombang. Sehingga pembangunan Tol yang melintasi Lamongan semakin meningkatkan akselerasi perekonomian di Lamongan. Menanggapi hal tersebut, anggota tim proyek pembangunan Tol Rudyanto mengungkapkan, penambahan exit tol seperti yang diusulkan Pemkab Lamongan bisa direalisasikan sementara usulan pergeseran simpang susun belum bisa direalisasikan dengan beberapa pertimbangan terkait demografi wilayah. “Untuk pergeseran simpang susun ke wilayah Plaosan ini mengalami banyak pertimbangan, dengan mempertimbangkan hal-hal teknis dan juga biaya konstruksi, rencana Simpang Susun Babat tetap didesain pada posisi yang sudah ada,” terang Rudyanto. Hadir pula dalam rapat tersebut, Kadis PU Bina Marga Lamongan Sujarwo, Kepala Bappelitbangda Suyatmoko, Kadis DLH Andhy Kurniawan serta Kadishub Lamongan Heru Widi.(*)
Pemkab Lamongan Usul Penambahan Exit Tol Sukodadi-Paciran
Jumat 17-02-2023,21:05 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 02-07-2026,09:09 WIB
Jejak 3 Ton Ganja Berakhir di Gudang Prambanan Blizland Cerme Gresik
Kamis 02-07-2026,09:03 WIB
Ini Kronologi Awal Terendusnya 3 Ton Ganja di Gresik, Hasil Operasi Senyap BNNP Jatim
Kamis 02-07-2026,08:45 WIB
Ungkap 3 Ton Ganja di Gresik: BNNP Jatim Siap Rilis Kasus Terbesar, Jadi Kado HUT Ke-80 Polri
Kamis 02-07-2026,14:49 WIB
Nasi Bungkus dan Panggung Sandiwara
Kamis 02-07-2026,16:39 WIB
Dandim dan Kajari Jember Rangkul Tokoh Lintas Agama, Komitmen Jaga Kerukunan
Terkini
Kamis 02-07-2026,22:05 WIB
Program JKN Kian Kuat, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Hebat
Kamis 02-07-2026,22:02 WIB
Tinggalkan Profesi Kurir Paket, Pria Surabaya Jadi Pengirim Ganja dan Sabu
Kamis 02-07-2026,21:57 WIB
Data Jadi Dasar Penentuan Prioritas, Pemkab Lumajang Perbaiki 282 Rumah Tidak Layak Huni
Kamis 02-07-2026,21:55 WIB
Sekjen ATR/BPN Sebut Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Per Tahun
Kamis 02-07-2026,21:52 WIB