Tanpa banyak kendala dan keribetan, kedua keluarga sepakat menjodohkan Budi dan Farida. Dan tidak menunggu lama, perjodohan tadi segera diwujudkan dalam pernikahan. Sebenarnya kedua keluarga menolak ketika paman Budi yang bekerja di hotel berbintang di kawasan Mayjen Sungkono itu berniat merayakan pernikahan Budi-Farida secara besar-besaran. Tapi sang paman memaksa. Dia bahkan mengusung artis-aris ibu kota ke Surabaya. Kecantikan Farida dan kegantengan Budi menjadikan mereka sebagai idola baru pada kedua keluarga. Setiap ada perkawinan sesudahnya, pasangan Budi dan Farida selalu dijadikan contoh. “Tirulah Mas Budi dan Mbak Farida. Klop. Ideal,” pesan para orang tua. Fakta ini diakui Farida menyematkan kebanggaan di hati. Di kalangan teman-temannya, baik mantan teman pondok maupun di lingkungan tempat tinggal, tidak pernah ada yang berkata miring tentang mereka. Strata ekonomi tinggi juga menempatkan keduanya pada pergaulan sosial menengah ke atas. Walau demikian, Farida dan Budi tidak meninggalkan adat-adat ketimuran. Sopan. Hormat dan ngajeni terhadap orang yang lebih tua; sayang dan perhatian kepada orang yang lebih muda. Karakter seorang mukmin melekat erat pada mereka. Selain rajin beribadah ke masjid, mereka rutin mengundang ustaz dan ustazah untuk memberikan tausiyah di rumah. Menggundang makan bersama dan menyantuni yatim piatu/kaun jompo tidak pula pernah ditinggalkan. Pendek kata, di mata masyarakat, pasangan Budi-Farida adalah karunia bagi mereka. Sempurna! Tapi, benarkah kenyataannya memang demikian? “Di mata orang-orang sekitar mereka memang iya. Demikian!” tegas Win. Tapi, lanjutnya, kenyataan yang dihadapi Farida sangat berbeda. Di mata wanita ini, Budi sangat jauh dibanding dengan sosok suami yang semula dia angan-angankan. Budi memang tampak jantan, sayang dia tidak pernah membuktikan kejantanannya. Bukan tidak mau, namun memang tidak bisa. Sejak awal-awal menikah sampai Farida mengonsultasikan nasib perkawinannya kepada Win, Farida tidak pernah disetuh Budi. Sekadar peluk cium saja nggak pernah, apalagi lebih dari itu. Hal ini sudah Farida ceritakan kepada ayah-ibunya, tapi tanggapan mereka terkesan amat meremehkan masalah ini. Farida hanya diminta bersabar. Alasan mereka, mungkin Budi sedang ada masalah atau apalah-apalah. Kalau memang ada sesuatu yang tidak semestinya, pasti ada sesuatu yang salah. Yang salah itulah yang harus dibenahi. (jos, bersambung)
Derita si Cantik Nikah namun Bertahan dalam Keperawanan (2)
Sabtu 04-02-2023,10:00 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 06-03-2026,16:09 WIB
Stok BBM Indonesia Mulai Menipis di Tengah Kelangkaan Global, Ini Penyebab yang Bisa Kita Antisipasi
Jumat 06-03-2026,15:50 WIB
Prediksi Borneo FC vs Persebaya, Duel Panas Berebut Takhta Papan Atas di Stadion Segiri
Jumat 06-03-2026,15:21 WIB
Nominasi World Video Game Hall of Fame 2026: Gim-Gim Legendaris yang Berpengaruh
Jumat 06-03-2026,14:47 WIB
Kabar Gembira bagi ASN Surabaya, Wali Kota Eri Pastikan THR Cair Paling Lambat Minggu Depan
Jumat 06-03-2026,21:03 WIB
Polisi Selidiki Pengendara Motor Tewas Tertimpa Tembok Bangunan di Kebraon Surabaya
Terkini
Sabtu 07-03-2026,14:14 WIB
Panen di Tengah TMMD, Prajurit TNI Turun ke Sawah Bantu Petani Mandala
Sabtu 07-03-2026,14:11 WIB
Gunakan Arco, Satgas TMMD dan Warga Angkut Genteng RTLH
Sabtu 07-03-2026,14:06 WIB
Ayak Pasir Halus, Satgas TMMD Perkuat Dinding Rumah Warga
Sabtu 07-03-2026,13:55 WIB
Satgas TMMD dan Warga Kompak Cor Dak Fasilitas Wudu Masjid Baiturrahman
Sabtu 07-03-2026,13:43 WIB