Surabaya, memorandum.co.id - Tidak hanya masyarakat yang mengeluh tentang keberadaan juru parkir (jukir) liar, namun minimarket sendiri. Di kawasan Kecamatan Semampir, banyak minimarket resah dengan kemunculan jukir liar secara tiba-tiba. Mereka mendadak mengekspansi lahan parkir di depan minimarket. Karenanya, pihak minimarket berharap pertolongan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan aparat penegak hukum (APH) untuk membantu menertibkan. Sebab para jukir liar tersebut sudah seringkali diingatkan, namun tetap tidak diindahkan. "Kami sangat resah sebenarnya. Dulu tidak ada tukang parkirnya, baru setahunan ini tiba-tiba muncul. Kita sudah minta berkali-kali secara humanis agar tidak jadi jukir di sini karena memang gratis, tetapi mereka tetap ngeyel," kata seorang pegawai minimarket, Rabu (11/1/2023). Masih lanjut dia, pihak minimarket sudah lelah. Oleh sebab itu, aturan ketat dari aparat yang berwenang sangat dibutuhkan. Dishub, misalnya. Diharapkan dapat turun melakukan upaya taktis dengan memperingatkan dan memasang plang informasi mengenai sanksi. Pasalnya, jukir liar merupakan tipiring. Dapat dikenai sanksi. Lantaran melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. "Karena kalau kita yang mengingatkan, mereka nggak ngereken (tidak menghiraukan). Mereka selalu bilang bahwa tidak memaksa pelanggan, seikhlasnya, tapi kan nggak bisa begitu," keluh dia. Sementara itu, Sueb, jukir di minimarket kawasan Semampir ini mengaku bekerja sendiri. Tidak ada paguyuban yang menaunginya. Sueb mengaku tujuannya menjadi jukir murni untuk membantu mengawasi tindak kejahatan curanmor yang marak terjadi. "Ya biar aman kita jagain, biar nggak dimaling, toh kita nggak memaksa orang untuk bayar. Kalau ada yang bayar ya alhamdulillah, kalau nggak ya sudah, kita nggak memaksa," kata dia. Ditanya soal kenekatannya jadi jukir liar meski sudah diminta pergi, Sueb menjelaskan bahwa cari pekerjaan seusai pandemi Covid-19 sulit. Karena itu, sementara waktu ini dirinya jadi jukir daripada menganggur di rumah. "Belum ada pekerjaan yang tetap makanya begini (jadi jukir). Ketimbang nganggur di rumah, daripada kita jadi maling, jadi mending begini," tandasnya. Terpisah, Kapolsek Semampir Kompol Nur Suhud memastikan akan melakukan penertiban dan tindakan tegas manakala didapati jukir liar yang maksa menarik uang parkir. Terlebih sampai disertai ancaman dan kekerasan. Pihaknya akan menindak. "Yang penting jangan memaksa. Kalau ada yang memaksa dan sampai membuat masyarakat resah, maka akan kita lakukan penertiban," ujar kapolsek. (bin)
Minimarket Resah, Harap Ada Langkah Dishub Atasi Jukir Liar
Rabu 11-01-2023,17:42 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 04-07-2026,21:03 WIB
Pererat Sinergi dengan Masyarakat, Babinsa Larangan Pantau Aktivitas Perajin Mebel di Pamekasan
Sabtu 04-07-2026,21:37 WIB
Polri-TNI Bersinergi Kawal Tasyakuran Warga Baru PSHT di Kediri Kota
Sabtu 04-07-2026,17:15 WIB
HUT Korem 084 di Sumenep, Kerapan Sapi Satukan TNI dan Masyarakat Madura
Sabtu 04-07-2026,20:30 WIB
Ditinggal Cari Makan, Kamar Kos di Semolowaru Surabaya Terbakar
Sabtu 04-07-2026,17:22 WIB
Bhabinkamtibmas Semampir Dampingi Petani Jagung Dukung Ketahanan Pangan di Kediri Kota
Terkini
Minggu 05-07-2026,14:57 WIB
TPA Pakusari Jember Terbakar, Petugas Gabungan Jinakkan Api dan Bagikan Masker ke Warga
Minggu 05-07-2026,14:53 WIB
Penyakit Jantung, Dominasi Pembayaran Klaim Penyakit Katastropik di BPJS Kesehatan Tulungagung
Minggu 05-07-2026,14:49 WIB
Program REHAB 3.0 Bantu Ringankan Tunggakan Iuran, Ervina Ajak Peserta JKN Tak Menunda Pembayaran
Minggu 05-07-2026,14:45 WIB
Resmi, Catur Pamungkas Perpanjang Kontrak Bersama Persebaya hingga 2030
Minggu 05-07-2026,14:41 WIB