Surabaya, memorandum.co.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menyosialisasikan kebijakan terbaru Direktorat Jenderal Imigrasi RI terkait keberadaan orang asing yang hendak tinggal di Indonesia. Kebijakan itu berupa electronic visa on arrival (E-Voa) dan second home visa. Dua kebijakan itu diharapkan dapat memberikan kesempatan warga negara asing (WNA) tinggal lebih lama di Indonesia. Kepala Kantor Imigrasi Kleas I Khusus TPI Surabaya Chicco Ahmad Muttaqin mengatakan, E-Voa ini akan memberikan kemudahan dalam pelayanan bagi WNA yang hendak mengajukan permohonan izin tinggal lebih lama di Indonesia. Sedangkan, second home visa ditujukan untuk WNA atau ex-WNI yang hendak tinggal di Indonesia dan berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia. Dengan visa ini, WNA dapat tinggal selama 5 hingga 10 tahun dan melakukan berbagai macam kegiatan seperti investasi dan lainnya. "Saat ini kami lebih ketat dalam melakukan seleksi terhadap WNA. Karena, kami hanya menerima WNA yang memberikan banyak manfaat kepada Indonesia terutama pada perekonomian Negara," ujar Chicco disela sosialisasi E-VOA and second home visa di Hotel kawasan Jalan Mayjen HR. Muhammad, Surabaya, Kamis (15/12). Seperti yang diketahui, second home visa sendiri telah tersedia di beberapa negara seperti, Malaysia dan Philipina. "Masih melalui beberapa pendalaman lagi untuk Second home, karena masih bersinggungan dengan kementrian. Karena banyak dari WNA yang menaruh uang dengan jumlah yang besar tetapi mereka juga menginginkan jaminan. Ini masih di koordinasikan," lanjut mantan Atase Imigrasi pada KBRI di Hongkong ini. Chicco mengungkapkan, bahwa keimigrasian sering kali disentil oleh Presiden Jokowi mengenai pelayanan. Biasanya terjadi keluhan ditempat imigrasi dan pengajuan E-VOA di Bank. Sehingga ini menyebabkan seolah-olah tidak diatur. Maka dari itu, dengan adanya E-VOA dan second home visa ini dapat mempermudah WNA untuk memiliki visa dan mengurangi keluhan antrean. Adapun syarat mengajukan permohonan E-VOA yakni, mendaftarkan diri ke molina.imigrasi.go.id. Kemudian, Pendaftar diwajibkan memiliki paspor diplomatik, paspor dinas, atau paspor umum yang masih berlaku selama enam bulan. Selain itu, pendaftar juga wajib memiliki tiket kembali atau terusan untuk ke negara lain, surat permintaan kementerian/lembaga/instansi Republik Indonesia. Surat persetujuan Direktur Jenderal Imigrasi, bukti pembayaran PNBP visa kunjungan saat kedatangan sebesar Rp 500.000 sebagaimana tertulis pada lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019. Pembayaran tarif PNBP juga dapat dilakukan di luar Indonesia melalui fasilitas/portal pembayaran PNBP. (mik)
WNA Bisa Tinggal Lebih Lama, Imigrasi Sosialisasi E-VOA and Second Home Visa
Kamis 15-12-2022,17:59 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 31-05-2026,06:58 WIB
Ngaku Anggota TNI, Pria Berambut Cepak Cambuk Remaja di Situbondo Pakai Selang
Minggu 31-05-2026,19:40 WIB
Viral Palak Sopir Truk demi Arak di Pelabuhan Tanjung Perak, Pria Paruh Baya Diamankan Polisi
Minggu 31-05-2026,06:52 WIB
Sedang Video Call, HP Turis Asal Jerman Dijambret di Kota Lama Surabaya
Minggu 31-05-2026,11:22 WIB
HJKS ke-733, Komisi A DPRD Surabaya Beri Catatan Kritis Layanan Publik dan Pengelolaan Sampah
Minggu 31-05-2026,11:17 WIB
HJKS Ke-733, Pemkot Surabaya Ungkap Capaian dan Agenda Pembangunan
Terkini
Minggu 31-05-2026,23:54 WIB
BRI Peduli Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha pada Hari Raya Waisak 2026
Minggu 31-05-2026,23:48 WIB
BRI KPR Solusi Tawarkan Bunga Mulai 2,50 Persen dan Tenor 20 Tahun
Minggu 31-05-2026,19:46 WIB
Rayakan HJKS Ke-733, BeSS Mansion Hotel Surabaya Sulap Kamar Jadi Galeri Ikon Kota Pahlawan
Minggu 31-05-2026,19:40 WIB
Viral Palak Sopir Truk demi Arak di Pelabuhan Tanjung Perak, Pria Paruh Baya Diamankan Polisi
Minggu 31-05-2026,19:23 WIB