Jakarta, memorandum.co.id - Pemerintah Republik Indonesia perlu segera melakukan pertemuan dengan Uni Eropa. Idealnya, pertemuan dilakukan sebelum hasil gugatan Indonesia di World Trade Organization (WTO) atas kebijakan diskriminasi sawit yang diterapkan Uni Eropa diputuskan. "Sebelum pertemuan interim, Indonesia perlu ketemu dulu dengan Uni Eropa," kata Direktur Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Natan Kambuno dalam Forum Focus Group Discussion "Menyikapi Berbagai Skenario Putusan WTO Tentang RED (Renewable Energy Directive) II" di Jakarta, Selasa (1/11). Natan menjelaskan, langkah ini dilatarbelakangi dua alasan. Pertama, ini merupakan antisipasi jika Indonesia kalah dalam hasil laporan panel WTO. Alasan kedua, penentuan mekanisme dan arbitrator dalam proses penyelesaian sengketa akan memakan waktu yang cukup lama. "Dalam kaitannya dengan arbitrator, kami tidak bisa memilih arbitrator. Jadi, kami perlu ambil langkah persuasif juga," ungkap Natan. Senada dengan Natan, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bustanul Arifin pada kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia perlu melakukan pendekatan dengan negara pihak ketiga yang ikut terimbas kebijakan Uni Eropa terkait ekspor sawit. "Diplomasi akademik perlu terus dilakukan dengan kerja sama penelitian dan publikasi ilmiah. Dan dalam menghadapi kebijakan RED II ini, Indonesia juga sebaiknya mempererat diplomasi ekonomi dengan Argentina dan Malaysia, dan negara lain yang berpengaruh," usul Bustanul. Seperti diberitakan, Uni Eropa memberlakukan kebijakan RED II sejak 2018. Kebijakan ini membuat batasan dan mengategorikan biofuel berbahan baku kelapa sawit sebagai high ILUC (indirect land use change) risk. Karena dinilai m enyebabkan alih fungsi lahan, atau ekspansi signifikan terhadap lahan dengan stok karbon tinggi ke area produksi. Selain itu, Uni Eropa memberlakukan penghentian biofeul berbahan baku minyak kelapa sawit secara bertahap hingga 2030 atau yang disebutnya Phase Out 2030. Uni Eropa juga menetapkan konsumsi penggunaan energi berbahan baku food and feed corps untuk transportasi tidak boleh melebihi tujuh persen sejak 2020. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total ekspor kumulatif pada periode Januari sampai Agustus 2022 mencapai US$194,6 miliar atau meningkat sebesar 35,42% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kinerja ekspor unggulan masih didominasi minyak kelapa sawit. Adapun ekspor pertanian hingga Agustus 2022 mencapai US$3,05 miliar. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri secara terpisah mengatakan kinerja ekspor pertanian terus dipacu melalui berbagai program dan kebijakan. Di antaranya program gerakan tiga kali ekspor (geratieks) maupun peningkatan produksi pangan nasional. “Kami terus meningkatkan produksi dalam negeri untuk mengakselerasi peningkatan ekspor,” ujarnya.(iku/gus)
Indonesia Perlu Bertemu EU Sebelum Putusan RED II Ketok Palu
Kamis 03-11-2022,21:26 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 28-02-2026,08:00 WIB
Perjalanan Sunyi Andik Mencari Kebenaran Iman, Gagal Jadi Pastor Malah Temukan Islam
Sabtu 28-02-2026,10:51 WIB
Buntut Surat Partisipasi Lebaran, Ketua LPMK Manukan Wetan di SP1
Sabtu 28-02-2026,08:32 WIB
PMII Mojokerto Desak Polres Tindak Tegas Tambang Ilegal, Soroti Aktivitas di Bawah SUTET Jawa–Bali
Sabtu 28-02-2026,07:55 WIB
Kapolres Kediri Kota Audiensi dengan Mahasiswa, Tegaskan Terbuka pada Kritik dan Reformasi
Sabtu 28-02-2026,11:55 WIB
Adukan di Tangan Satgas TMMD, Harapan Jemaah Menguat di MWK Masjid Baiturrahman
Terkini
Minggu 01-03-2026,06:00 WIB
Antisipasi Kejahatan 3C di Kawasan Elit, Kapolsek Lakarsantri Pimpin Patroli Presisi di International Village
Minggu 01-03-2026,05:00 WIB
Hat-trick Perdana Lamine Yamal Warnai Laga ke-100 Flick, Barcelona Hajar Villarreal
Minggu 01-03-2026,03:48 WIB
Semenyo Jadi Pahlawan, Manchester City Pepet Arsenal Usai Tumbangkan Leeds
Minggu 01-03-2026,00:16 WIB
BREAKING NEWS! Bangkit dan Menggila! Liverpool Pesta Gol 5-2 atas West Ham di Liga Premier Inggris
Sabtu 28-02-2026,22:33 WIB