Mojokerto, memorandum.co.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyampaikan paparan kepada tim penilai Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2022 tingkat nasional melalui Smart Room Satya Bina Karya. Dalam penyampaian paparan tersebut Bupati Ikfina didampingi OPD terkait, camat, serta para kepala puskesmas di Kabupaten Mojokerto. Paparan tersebut disampaikan secara daring kepada tim penilai STBM tingkat nasional. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, saat ini telah sukses hingga kategori open defecation free (ODF), atau hampir semua masyarakat Kabupaten Mojokerto sudah memiliki jamban dan buang air besar di jamban. Untuk mencapai titik ini memerlukan proses yang sangat panjang. "Proses menuju ODF ini melalui puskesmas dan kepala desa serta lurah. Sejak tahun 2016 pemerintah terus berupaya agar masyarakat Kabupaten Mojokerto tidak ada yang BABS. Upaya tersebut pun berbuah di 2022 ini," katanya, Selasa (11/10/2022). Ikfina mengungkapkan, usai berhasil memenuhi kategori ODF ini, pihaknya juga ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya yang lebih serius, yakni di 5 pilar STBM. Pilar pertama yaitu stop buang air besar sembarangan (BABS). Pilar kedua, yakni cuci tangan pakai sabun. "Pilar ketiga yaitu mengolah makanan dan minuman dengan aman. Pilar keempat yakni pengelolaan sampah dan pilar kelima yaitu pengelolaan limbah cair yang aman," ungkapnya. Ikfina membeberkan, berbagai tantangan di Kabupaten Mojokerto untuk menyukseskan STBM yakni rendahnya kesadaran akan kesehatan terutama dampak BABS. "Selain itu juga minimnya regulasi yang mengatur secara tegas sanitasi dan kesehatan lingkungan. Selanjutnya, keadaan alam yang menunjang masyarakat untuk BABS," bebernya. Kini, lanjut Ikfina, sedikit demi sedikit Pemerintah Kabupaten Mojokerto.menyusun regulasi terkait sanitasi. Ikfina berharap, tak hanya regulasi dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto saja, tapi desa-desa juga turut membuat regulasi terkait sanitasi ini. "Mulai dari instruksi bupati, perbup, perda, ini sudah ada. Kedepan, agar desa-desa juga turut membuat regulasi di desa, seperti Desa Kemantren yang sudah memiliki regulasi tentang sanitasi," pungkasnya. (yus)
Bupati Mojokerto: Semua Warga Sudah Miliki Jamban
Selasa 11-10-2022,17:32 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 08-10-2026,21:27 WIB
Pemkot Surabaya Tertibkan Lahan Kedung Cowek, Tegaskan Status Aset Daerah
Kamis 08-10-2026,19:47 WIB
Pemkab Jember Luncurkan Mobil Cinta Gratis untuk Antar Pasien Pulang
Kamis 08-10-2026,20:42 WIB
Pengacara Toni Ahmadi Minta Hukuman Ringan dalam Sidang Korupsi di Surabaya
Kamis 08-10-2026,21:17 WIB
16 Unit Outdoor AC Kenpark Hilang, Tiga Terdakwa Jalani Sidang di PN Surabaya
Kamis 08-10-2026,20:50 WIB
Imigrasi Blitar Deportasi WN Jepang karena Overstay, Terungkap Saat Mengurus Izin Tinggal
Terkini
Jumat 09-10-2026,13:46 WIB
Gelombang PHK di Jatim Capai 5.400 Kasus Hingga September 2026, Masuk Tiga Besar Nasional
Jumat 09-10-2026,13:42 WIB
Polres Malang Salurkan 35 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Jumat 09-10-2026,13:39 WIB
Rajut Pertobatan di Balik Jeruji, Polres Bojonegoro Gelar Khataman Alquran
Jumat 09-10-2026,13:18 WIB
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan
Jumat 09-10-2026,13:00 WIB