Surabaya, memorandum.co.id - Kasus dan penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus) masih perlu menjadi perhatian khusus. Oleh karena itu perlu dikenali penularan dan cara pencegagan serta penangananya. Perlu diketahui HIV merupakan virus yang melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Bila sudah memasuki tahap infeksi akhir, maka penyintas disebut mengalami kondisi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang menyebabkan tubuh tidak lagi mampu melawan infeksi yang ditimbulkan. Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Prof Dr Nasronudin dr SpPD K-PTI FINASIM menjelaskan bahwa HIV dapat ditularkan. Yang pertama, infeksi dapat ditularkan secara vertikal, yakni infeksi dari ibu ke anak saat dalam kandungan atau melalui proses persalinan. Kedua yaitu melalui transeksual, baik heteroseksual, homoseksual, ataupun biseksual. “Terakhir, infeksi HIV dapat ditularkan melalui kontak antar darah. Termasuk pengguna narkoba intravena yang menggunakan jarum secara bersama-sama secara bergantian,” sebut penulis belasan buku di bidang penyakit dalam dan infeksi yang banyak dijadikan rujukan dunia kedokteran ini. Menurutnya, penyebaran HIV dapat diminimalisir dengan menghindari penyebab-penyebabnya. Secara garis besar, individu berisiko tinggi tertular HIV di antaranya ialah pekerja seks komersial, pasangan dari pengidap HIV, dan pengguna narkoba intravena. Memperhatikan jumlah kasus HIV, pemerintah Indonesia dan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) juga mengagendakan tidak ada lagi kasus infeksi di tahun 2030. “Biasa disebut dengan three zero (tiga angka nol), yaitu zero infeksi baru HIV, zero kematian akibat AIDS, zero diskriminasi terhadap ODHA,” ungkap guru besar Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR tersebut. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia telah menghadirkan strategi STOP yaitu Suluh, Terdiagnosis dini, Obat ARV dikonsumsi semua yang terdiagnosis HIV/AIDS, serta Pertahankan jumlah HIV minimal. Sedangkan WHO juga telah menciptakan strategi jalur cepat 90-90-90 yang terdiri dari 90 persen individu mengetahui terinfeksi HIV, 90 persen didiagnosis dini, serta 90 persen telah mendapat dan mengkonsumsi obat HIV yakni antiretroviral (ARV). (alf)
Kenali Penularan HIV Sejak Dini
Jumat 16-09-2022,15:01 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 27-02-2026,16:54 WIB
Bekuk 3 Budak Narkoba, Polres Magetan Sita 21,38 Gram Sabu
Jumat 27-02-2026,18:30 WIB
Satlantas Polresta Sidoarjo Gelar PPGD Bersama RSU Anwar Medika di Balongbendo
Jumat 27-02-2026,14:57 WIB
Neymar Akhiri Paceklik Gol 2026, Brace Bawa Santos Tundukkan Vasco da Gama
Jumat 27-02-2026,16:02 WIB
Team Liquid ID Rombak Roster Jelang MPL ID Season 17, Target Bangkit di Musim 2026
Jumat 27-02-2026,17:09 WIB
73 Pelaku Balap Liar Situbondo Didenda Rp 3 Juta Putusan Maksimal PN
Terkini
Sabtu 28-02-2026,13:47 WIB
Amanah di Balik Hujan: Cerita Hangat Mas Bhabin dan Kapolres Bondowoso untuk Warga Sebatang Kara
Sabtu 28-02-2026,13:23 WIB
Hangatnya Ramadan di Depan Kantor Golkar Surabaya, Takjil Dibagikan dengan Senyum dan Kepedulian
Sabtu 28-02-2026,13:20 WIB
Patroli Pasar Jelang Lebaran, Polres Ngawi Pastikan Harga dan Stok Bapokting Aman
Sabtu 28-02-2026,13:14 WIB
Polres Ngawi Terima Kaporlap, Wujud Kepedulian Pimpinan kepada Anggota
Sabtu 28-02-2026,12:47 WIB