Surabaya, memorandum.co.id - Ekonomi nasional di triwulan II 2022 tumbuh 5,44 persen. Tentu capaian ini membanggakan bagi pemerintah. Sebab angka itu cukup baik di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Namun sejumlah tokoh mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menetapkan kenaikan pendapatan negara. Terutama dari sisi pendapatan pajak dan cukai, mengingat kondisi ke depan belum bisa dianggap stabil. Direktur Pascasarjana Unair Badri Munir Sukoco mengingatkan, pemerintah berhati-hati dalam menetapkan target peningkatan pendapatan pajak dan cukai. Kenaikan cukai dapat berpengaruh besar terhadap perekonomian. “Kenaikan cukai 1 persen, akan menghilangkan potensi pendapatan,” ujar Badri dalam diskusi Ekonomi Outlook Jawa Timur 2023 yang digelar Portal Jatim Communications di Avenue Cafe, Java Paragon Hotel Surabaya, Kamis (18/8/2022). Badri mengatakan, kenaikan cukai rokok yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR pada Selasa (16/8/2022), terdapat perhitungan terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi. Ditambah prevalensi terkait upaya pencegahan konsumsi rokok agar tidak meninggi. Di sisi lain, terang dia, jumlah perokok muda naik yang kemudian dibatasi dengan harga tinggi. Sementara, pemerintah belum memiliki strategi lebih pas agar petani bisa keluar dari jeratan industri rokok ini. Sementara melihat kondisi saat ini di mana perekonomian belum bisa dianggap pulih, Badri meminta pemerintah tidak perlu ngotot menaikkan cukai tembakau. Dia lebih menyarankan agar pemerintah membicarakan exit strategy dengan para petani tembakau dan pelaku industri rokok. “Karena tidak semua pengambil kebijakan mau terus terang. Mau uangnya tapi tidak mau berhadapan dengan masalah. Menurut saya, perlu dibuatkan exit strategy, dibicarakan bareng-bareng sehingga semua pihak jadi tahu apa yang harus saya lakukan ketika ini tidak sesuai dengan kondisi yang sekarang,” ucap Badri. Sedang Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antarlembaga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Fitradjaja Purnama, menilai peningkatan target pendapatan cukai sangat tidak menguntungkan dunia usaha. “Ini justru menghambat ekonomi, menghambat perputaran ekonomi, dan ini justru harga kan jadi naik. Daya beli masyarakat itu juga akan berkurang,” kata Fitra. Jika kondisi ini terjadi, Fitra menilai akan berdampak pada perekonomian lanjutan yang berdampak pada meningginya inflasi. Dia menyarankan agar pemerintah tidak dulu menaikkan target pendapatan cukai dan lebih baik menambah subjek pajak. “Lebih baik, gali lagi jumlah subjek pajaknya. Jangan lagi menaikkan cukai,” kata dia. Fitra pun menyoroti industri rokok yang membawa dampak besar terhadap perekonomian, khususnya di Jawa Timur. Apalagi, industri ini bergerak mulai dari sektor hulu hingga hilir mulai dari pasokan tembakau hingga tenaga kerja. Sementara, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Jombang, Sumrambah menilai perlu dicermati target kenaikan cukai tembakau yang ditetapkan pemerintah. Terutama pada perkembangan luas lahan tanam tembakau dan jumlah produksi rokok. Jika dua item ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah, dia menyatakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau seharusnya diarahkan juga untuk upaya pengembangan petani tembakau. “Sehingga kita bisa mencegah proses impor tembakau dari China ke Indonesia. Bagaimana petani kita bisa meningkatkan kualitasnya. Petani kita bisa mengembangkan kawasannya. Bagaimana petani kita bisa membuat produk sesuai dengan keinginan pabrik, itu yang harus kita pikirkan,” kata dia. Jika memang pemerintah menginginkan cukai naik, dia menegaskan DBHCHT diarahkan untuk membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi petani tembakau. Sehingga petani tembakau Indonesia bisa dominan di industri rokok Tanah Air. “Bagaimana rokok kita tetap diproduksi dari tembakau yang diproduksi oleh petani kita. Sehingga pertanian tembakau kita bisa hidup lagi,” ucap Sumrambah.(asw)
Pemerintah Diminta Hati-hati Naikkan Cukai
Kamis 18-08-2022,20:55 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-07-2026,20:54 WIB
Warga Protes Larangan Dump Truk Masuk Dusun Tawun Lamongan, Kades Sebut Tak Ada Perdes
Senin 20-07-2026,10:18 WIB
Perpres Cantumkan LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter, Ini Landasan Hukumnya
Minggu 19-07-2026,19:14 WIB
Pelindo Tegaskan Antrean Kendaraan di Tanjung Perak Bukan karena Kapasitas Pelabuhan
Senin 20-07-2026,07:58 WIB
Grup Facebook Gay di Surabaya Beranggotakan Ribuan Orang, MUI Jatim: Haram
Minggu 19-07-2026,19:02 WIB
Pesan Sejuk Gus Kautsar dalam Haul Masyayikh Nusantara 2026 di Situbondo
Terkini
Senin 20-07-2026,18:31 WIB
Rugikan Negara Rp38,8 M, Kortastipidkor Polri Tetapkan Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA–PT BAS
Senin 20-07-2026,18:30 WIB
Gagal Menyalip, Pemotor Asal Bondowoso Tewas Tertabrak Truk di Situbondo
Senin 20-07-2026,18:22 WIB
Tim Basket Polda Jatim Raih Runner-up Kapolri Cup 2026 Kategori Antar Instansi
Senin 20-07-2026,18:12 WIB
Nobar Final Piala Dunia Polresta Malang Kota Bertabur Hadiah Menarik
Senin 20-07-2026,18:06 WIB