Surabaya, Memorandum.co.id - Kebutuhan mendorong potensi ketahanan pangan, DPRD Jatim berharap PT Jatim Graha Utama (JGU) melepas anak usahnya PT Puspa Agro untuk berdiri sendiri. Anggota DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardika mengatakan, hasil kajian Pemprov Jatim disebutkan PT Jatim Graha Utama (JGU) harus melepas anak usahnya yakni PT Puspa Agro. Karena itu, DPRD Jatim meminta agar BUMD milik Pemprov itu segera diubah menjadi perusahaan pangan. Dimana perusahan pangan ini untuk menampung komoditas pertanian dan peternakan. Pranaya Yudha Mahardika mengatakan, sesuai kajian dari Pemprov Jatim. Salah satu alasannya, karena PT Puspa Agro terus merugi, sehingga harus merumuskan strategi bsinis baru, agar semakin sehat. “Hasilnya kajian biro perekonomian memang harus Spin Off. Artinya semua ini sudah menguara di satu muara. Tinggal proses hukumnya, pertama merubah Perdanya jadi ada dasar hukumnya,” kata anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim itu. Anggota DPRD Jatim dari Dapil Banyuwangi-Bondowoso-Situbondo itu menandaskan, pembentukan BUMD pangan di Jatim harus secepatnya dilakukan. Pasalnya, ancaman krisis pangan sudah di depan mata, sehinga Jatim harus meningkatkan produktifitas pertanian. “Sudah sewajarnya dan sudah waktunya puspa agro spin off lepas dari induknya yaitu JGU. Waktu hearing Komisi C minta kajian ke biro perekonomian (Pemprov Jatim). Namun ternyata sekarang ada tiga poin presiden menyampaikan kewaspadaan krisis pangan,” tambahnya lagi. Dikatakan dia, pembentukan BUMD pangan sebenarnya sudah sesuai dengan program kerja gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yakni Jatim Agro. Program tersebut untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan yang diharapkan dapat menyejahterakan para petani dan nelayan di Jatim. “Gubernur Khofifah meminta dibentuknya BUMD pangan dimana sesuai visi misi saat mengutarakan janji kampanyenya,” jelasnya. Karena itu, politisi Partai Golkar itu mendesak agar Pemprov Jatim segera mengusulkan Raperda untuk mendorong perubahan Puspa Agro, menjadi BUMD pangan. Agar, penyertaan modal dan fisibility study segera bisa dirumuskan. “Harus ada penyertaan modal sebagai start awal BUMD yang baru lepas ini modalnya harus diambilkan dari APBD. Tetapi sebelum terjadi kita belum proses penganggaran karena tunggu statis hukumnya dulu. Hukum selesai proses penganggaran, modelnya bisnisnya seperti apa,” tambahnya. "Modal awalnya berapa, proyeksi keuntungan berapa. Dari ini apa yang disampaikan presiden betul bahwa kita harus waspada krisis pangan. Karena inflasi karena inflasi disebabkan bahan pangan. Ini harus diantisipasi," pungkasnya. (day)
Puspa Agro Didorong Jadi BUMD Pangan
Kamis 18-08-2022,12:51 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 06-08-2026,21:59 WIB
Bupati Rijanto Buka Blitaria Expo 2026, Pameran Produk Unggulan dan Layanan Inovatif di Blitar
Kamis 06-08-2026,18:52 WIB
Polres Lumajang Kerahkan Personel Bantu Antisipasi Karhutla TNBTS Meluas
Kamis 06-08-2026,21:12 WIB
Masuk Tahun Ke-22, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 Resmi Bergulir di Surabaya
Kamis 06-08-2026,18:49 WIB
Komisi I DPR Minta TNI dan BIN Perkuat Deteksi Dini Cegah Gangguan Keamanan
Jumat 07-08-2026,06:17 WIB
Merasa Disudutkan, Ketua KONI Kota Blitar Samanhudi Anwar Laporkan Akun Medsos ke Polisi
Terkini
Jumat 07-08-2026,15:31 WIB
Kapolres Kediri Kota Pastikan Kesiapan Personel dan Fasilitas Demi Pelayanan Terbaik pada Masyarakat
Jumat 07-08-2026,15:27 WIB
Lomba Makan Mie Pakai Satu Sumpit Antar Karyawan Memorandum Pecah Meriah
Jumat 07-08-2026,15:06 WIB
Kapolsek Taman Bagikan Sembako kepada Warga, Ajak Anggota Peduli Sosial
Jumat 07-08-2026,14:52 WIB
10 Tiang Listrik di Manyar Gresik Ambruk Akibat Galian Box Culvert, Satu Orang Terluka
Jumat 07-08-2026,14:47 WIB