Surabaya, Memorandum.co.id - Jelang pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022, Komisi DPRD Jatim menggelar rapat koordinasi dengan mitra kerjanya. Alat kelengkapan DPRD Jatim ini mengkritisi laporan keuangan semester I sekaligus prognosis (rencana pengajuan usulan anggaran semester II) dari masing -masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim. Ketua Komisi C DPRD Jatim, Abdul Halim menyampaikan, OPD mitra kerja Komisi C DPRD Jatim serapan anggarannya masih di bawah 50 persen atau rendah. Karena itu, DPRD Jatim memaksa OPD bisa memaksimalkan serapan anggaran. "Ada banyak kendala kenapa serapan anggaran masih rendah,” terang Abdul Halim. Halim menyebutkan, salah satunya menyangkut proses lelang yang sampai hari ini belum clear. “Kemudian ada yang sudah lelang tapi belum masuk laporan di bendahara sehingga serapannya masih rendah," jelas mantan ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini. Sebaliknya, dari sisi pendapatan justru OPD-OPD di lingkungan Pemprov Jatim sudah memenuhi target karena rata-rata sudah diatas 50 - 70 persen. "Makanya kami mendorong serapan OPD-OPD di lingkungan Pemprov Jatim dimaksimalkan agar target pendapatan yang terealisasi bisa dimanfaatkan dengan baik untuk pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat Jatim," tambah Abdul Halim. Ia juga menyampaikan, salah satu bahasan penting dalam rapat koordinasi adalah menyangkut statement Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, mengenai banyaknya anggaran pemerintah daerah dan pemerintah provinsi se-Indonesia di tahun anggaran 2022 ini yang ngendon di perbankan. Yang paling besar versi Menkeu ada di Provinsi Jatim yakni sebesar Rp.29,82 triliun per Juni 2022. Namun setelah diklarifikasi oleh BPKAD Jatim hanya kisaran Rp.23 triliun. "Dari jumlah tersebut yang milik Pemprov Jatim hanya sebesar Rp.5,5 triliunan. Sisanya itu milik pemerintah kabupaten/kota di Jatim," kata Abdul Halim. Anggaran Rp.5,5 triliun milik provinsi Jatim itu, lanjut Halim posisinya ada di Kas Daerah. Artinya, uang iti tidak bisa digunakan sebelum adanya pengesahan Raperda P-APBD Jatim 2022. "Anggaran ngendon itu yang terbanyak berasal dari Silpa APBD tahun lalu sekitar Rp.4 triliunan dan anggaran dana cadangan untuk Pilgub Jatim 2024 sebesar Rp.300 miliar," terang pria asli Bangkalan Madura ini. Halim menyampaikan, pihaknya juga mendorong Pemprov Jatim memberikan tambahan anggaran kepada Dinas Lingkungan Hidup agar dapat melakukan percepatan pembangunan Pengelolaan Pusat Pengolahan Limbah Industri (PPLI) Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Dawarblangdong Mojokerto. "Ini sesuatu hal membahayakan yang tidak nampak tapi kalau kita abai bersama, maka permasalahan limbah B3 akan menjadi problem di kemudian hari khususnya bagi generasi-generasi mendatang," pungkasnya. (day)
DPRD Jatim Paksa OPD Maksimalkan Serapan Anggaran
Kamis 04-08-2022,11:43 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,13:05 WIB
Mutasi 19 Anggota Polda Jatim, Kombespol Rofiq Ripto Himawan Jabat Dirreskrimsus
Rabu 14-10-2026,02:12 WIB
Pemkot Pasuruan Ikuti Rapat Paripurna II DPRD, Enam Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Tiga Raperda
Rabu 14-10-2026,04:08 WIB
Ahmad Labib Bakar Jiwa Nasionalisme Emak-Emak Lamongan
Rabu 14-10-2026,09:13 WIB
Catut Nama Kemensos Pakai Modus Investasi Beras Rp4,02 Miliar, Tiara Dibui 2,5 Tahun
Rabu 14-10-2026,08:57 WIB
14 Pasien Rehab Kabur Usai Serang Petugas, BNNP Jatim Soroti Overload Yayasan Omah Sehat Bersinar
Terkini
Kamis 15-10-2026,01:04 WIB
Gotong Royong TNI dan Warga Warnai Pembangunan Jembatan Garuda di Wonokerto
Kamis 15-10-2026,00:07 WIB
170 Guru PAUD Surabaya Dilatih Tangani Anak Berkebutuhan Khusus
Rabu 14-10-2026,23:07 WIB
Pakar Hukum Unair Bongkar Celah RUU Migas, Risiko Pidana Direksi Disorot
Rabu 14-10-2026,22:13 WIB
DBHCHT Kota Blitar 2026 Capai Rp 17 Miliar, Pemkot Tekankan Penggunaan Tepat Sasaran
Rabu 14-10-2026,22:01 WIB