Surabaya, memorandum.co.id - Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya terus konsisten melakukan penghijauan. Setiap hari, ada 1000 tanaman yang ditanam. Hal ini sebagai salah satu upaya mencegah dampak dari global warming sekaligus membuat Kota Pahlawan agar terasa lebih sejuk dan rindang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, dalam satu bulan ada ratusan ribu tanaman yang ditanam di Kota Surabaya. Artinya, dalam sehari pihaknya menanam lebih dari 1000 tanaman. "Sehari paling tidak ada seribu tanaman. Baik itu pohon, semak, palem, termasuk dengan tanaman-tanaman yang kecil-kecil (tanaman hias)," kata Hebi, Selasa (2/8/2022). Ribuan tanaman itu, penanamannya terbagi ke enam rayon atau wilayah di Kota Surabaya. Yakni, Rayon Pusat, Barat, Utara, Timur 1, Timur 2, dan wilayah Selatan. Selain di enam wilayah tersebut, dalam setiap harinya ribuan tanaman juga ditanam di taman-taman aktif. "Baik itu berupa tanaman baru maupun untuk menggantikan tanaman yang sudah kering," ujar dia. Berdasarkan data DLH Surabaya pada bulan Juli tahun 2022, ada sebanyak 579.718 tanaman yang ditanam dan tersebar ke seluruh wilayah di Kota Pahlawan. Tanaman tersebut, terdiri dari semak sebanyak 312.791 bibit, perdu 240 bibit, pohon pelindung 1.196, palem 120 bibit, dan tanaman hias 766 bibit. "Jadi setiap bulan memang kurang lebih segitu jumlah tanaman yang kita tanam. Dan itu ditanam tersebar ke seluruh rayon serta taman-taman aktif," ungkap dia. Pihaknya berharap, melalui langkah kongkrit itu dapat membuat suasana di Kota Surabaya lebih sejuk. Itu sekaligus pula bertujuan untuk meminimalisir dampak dari global warming. "Tujuannya adalah supaya Surabaya lebih sejuk dan tidak panas. Jadi kita memang lakukan penanaman 1.000 tanaman setiap harinya," pungkasnya. (bin)
Cegah Global Warming, DLH Surabaya Tanam 1000 Pohon Setiap Hari
Selasa 02-08-2022,13:13 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 21-04-2026,08:24 WIB
Inspirasi Aleana Devifretty: Meneladani Semangat Kartini Modern di Era Digital
Selasa 21-04-2026,07:37 WIB
Prof Mangestuti Agil: Kartini di Era AI, Perempuan Jadi Kunci Perubahan Global
Selasa 21-04-2026,07:55 WIB
Reaktualisasi Semangat Kartini dalam Ekonomi Kuliner Digital
Selasa 21-04-2026,08:08 WIB
Kartini Modern ala Ni Komang Darmiati: Belajar Tanpa Henti, Jaga Empati di Era AI
Selasa 21-04-2026,08:20 WIB
Kartini di Era Global, Kadinsos Jatim: Perempuan adalah Penopang, Penggerak, dan Penentu Arah
Terkini
Selasa 21-04-2026,23:37 WIB
Rosan Lapor ke Presiden Prabowo, Indonesia Masih Jadi Primadona Investor Asing
Selasa 21-04-2026,23:34 WIB
Menuju Standar Oecd, Pemerintah Siap Sederhanakan Aturan Investasi
Selasa 21-04-2026,23:15 WIB
Modus Joki UTBK SNBT 2026 di Surabaya Terbongkar, Gunakan Ijazah dan Identitas Palsu
Selasa 21-04-2026,23:10 WIB
Gudang Kelapa di Dukun Gresik Terbakar saat Ditinggal Salat Magrib
Selasa 21-04-2026,21:58 WIB