Surabaya, memorandum.co.id - Survei politik yang dilakukan Poltracking Indonesia periode 16-22 Mei 2022 menyebutkan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan parpol yang diminati (15%) oleh warga Jawa Timur (Jatim). Setelah itu dibayangi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 14% dan Partai Gerakan Indonesia Raya [Gerindra] dengan 9,8%. Sedangkan untuk Capres masih didominasi oleh pemain lama seperti Ganjar Pranowo (32.3%), Prabowo Subianto (15.9%) Anies Baswedan (12,8%). Hasil survei yang dibuat Poltracking Indonesia menurut Dr. Phil. Sukri, PhD. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin sudah dilakukan secara objektif, lazim dan menggunakan metodologi yang sudah baku dilakukan lembaga survei politik. Karena menggunakan dilakukan melalui mekanisme dan cara yang lazim, sehingga hasil survei politik Poltracking Indonesia di Jatim sudah mencerminkan kecenderungan umum masyarakat yang akan memilih di pemilu 2024. Lanjut Sukri, survei politik yang dilakukan Poltracking Indonesia juga menggambarkan preferensi masyarakat secara umum. Termasuk di wilayah Indonesia Timur. Jika parpol dan capres cawapres mau menang Indonesia Timur, mereka harus bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat disana dengan mengakomodasi kepentingan masyarakat Indonesia Timur. Sehingga program yang ditawarkan tidak hanya Jawa sentris atau Indonesia bagian barat saja. Namun menurut Sukri, hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia bukanlah hasil akhir. Karena hasil survei hanya menggambarkan kecenderungan memilih masyarakat ketika survei dilakukan. Menjelang pileg dan pilpres 2024 berbagai dinamika mungkin terjadi. Bahkan dapat memutar balikan hasil survei yang selama ini ada. "Sekarang tinggal bagaimana parpol dan capres cawapres bekerja untuk mempertahankan preferensi masyarakat yang saat ini sudah baik. Jika parpol dan capres dan cawapres tidak bekerja untuk mempertahankan preferensi, maka hasilnya bisa menurun. Sebab ada parpol dan kandidat lain yang akan merebut preferensi masyarakat,"ungkap Sukri. Ganjar dinilai Sukri masih cukup memenuhi preferensi memilih masyarakat Jatim. Preferensi memilih masyarakat Jatim memilih ke Ganjar dikarenakan ketokohan serta image positif yang selama ini ditunjukan. Sehingga ketika Poltracking Indonesia bertanya siapa tokoh yang layak jadi capres, maka nama Ganjar akan disebut sebagiabn besar responden masyarakat Jatim. Menteri Erick Thohor kepopulerannya mampu bersaing di masyarakat Jatim dinilai Sukri karena kerjanya sebagai Menteri BUMN. Dengan jabatan dan kinerja di BUMN yang kerap dipublikasikan di media maupun sosial media, menjadikan Erick sebagai top of mine di masyarakat Jatim. "Wajar saja ketika masyarakat Jatim ditanya lembaga survei megenai cawapres ideal, maka yang mereka diingatkan dan tau adalah Erick Thohir. Karena Erick top of mine di masyarakat. Selain itu Erick yang terbilang pemimpin muda yang memiliki segudang prestasi dinilai mampu memikat masyarakat Jatim,"Kata Sukri. yang unik adalah Puan Maharani yang tidak dipilih oleh masyarakat Jatim sebagai capres cawapres favorit. Sukri mengatakan sejatinya banyak masyarakat Jatim yang sudah mengenal Puan, baik itu sebagai cucu proklamator, ketua DPP PDIP dan ketua DPR RI. Kepopuleran tak cukup untuk membuat masyarakat Jatim memilihnya sebagai capres atau cawapres. Beberapa lembaga survei politik masih menempatkan elektabilitas di bawah 5%. Dengan angka tersebut menurut Sukri, Puan masih harus banyak bekerja keras untuk meningkatkan citranya sehingga mampu memikat masyarakat agar memilihnya. "Jika Puan ingin maju sebagai capres, ia harus bisa bekerja lebih giat lagi. Membuktikan kerja nyatanya buat rakyat agar preferensi masyarakat memilihnya bisa lebih tinggi lagi. Selain itu Puan juga harus membentuk imagenya. Sebab masyarakat akan melihat image dan kerja nyata beliau sebagai salah satu preferensi mereka memilih di pemilu 2024. Saat ini hasil survei membuktikan Puan masih belum cukup tinggi dibandingkan calon lainnya,"kata Sukri. (gus/ziz)
Inilah Parpol yang Diminati Warga Jatim
Rabu 29-06-2022,10:30 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 01-10-2026,20:50 WIB
Didakwa Main Judi Online Pakai 12 Akun Situs, Sion Jalani Sidang di Surabaya Tak Ditahan Rutan
Kamis 01-10-2026,22:21 WIB
Drama Gol Injury Time, Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Kamis 01-10-2026,20:34 WIB
Sindikat Ganjal ATM Beraksi 50 Kali, Kartu Nasabah Ketinggalan Didapat dari Kasir Minimarket
Kamis 01-10-2026,20:43 WIB
Beraksi di 36 TKP, Pelaku Curanmor Surabaya Ditembak Resmob Polrestabes
Kamis 01-10-2026,21:20 WIB
Diiming-imingi Masuk Dishub Surabaya, Warga Karah Agung Tertipu Rp7,5 Juta
Terkini
Jumat 02-10-2026,20:17 WIB
Injury Time Indonesia-Bangladesh Berubah 2 Jadi 7 Menit, FAM Desak FIFA Buka Penjelasan
Jumat 02-10-2026,20:13 WIB
Final FIFA ASEAN Cup, John Herdman Antusias Adu Taktik dengan Anthony Hudson
Jumat 02-10-2026,20:05 WIB
SRC Seri 3, Muaythai Surabaya Jadikan Ajang Petakan Kekuatan Menuju Porprov 2027
Jumat 02-10-2026,20:02 WIB
KPK Bongkar Dugaan Gratifikasi Bimbingan, Uang Rp 3 Juta Disebut Mengalir ke Dosen
Jumat 02-10-2026,20:00 WIB